Konfigurasi Port Fowarding di VirtualBox NAT Network

Senin, 19 Maret 2012

NAT Network Adapter menjadi pilihan default pengaturan adapter jaringan di VirtualBox. Tipe network NAT ini memang paling sederhana dan mudah digunakan. User tidak perlu menetapkan IP address di virtual machine guest. VirtualBox menyediakannya melalui server DHCP internal. Akses ke jaringan luar seperti Internet juga otomatis diaktifkan. Intinya user hanya perlu memilih NAT network dan sisanya akan diurus oleh VirtualBox. Masalah baru akan timbul ketika user memasang layanan di virtual machine dan hendak mengakesnya dari luar atau dari host.

NAT Network Adapter tidak mengizinkan layanan yang ada di virtual machine guest diakses dari luar. Bahkan tidak dari host VirtualBox sekalipun. Virtual machine guest yang dipasang di VirtualBox dengan network model NAT memang tidak akan mungkin diakses dari luar tanpa port forwarding. Ya, port forwarding akan memetakan pasangan IP address dan port di host dengan IP address dan port di guest.

Di VirtualBox versi terdahulu, kita harus mematikan virtual machine untuk mengatur port forwarding. Antarmuka pengaturannya juga masih menggunakan baris perintah. Di VirtualBox 4.x pengaturan NAT network port forwarding dapat dilakukan dari VirtualBox Manager. Di jendela Settings virtual machine, masuk ke bagian Network.
Klik Advanced di bawah pilihan NAT untuk menampilkan pengaturan port forwarding. Klik tombol tersebut untuk mendefenisikan port mana yang akan di-forward.
Tabel Port Forwarding Rules terlihat kosong karena kita belum mendefenisikan satu pun aturan di sana. Klik tombol bertanda tambah di pojok kanan atas untuk menambah port baru.
Sebagai contoh, kita mem-forward port 8080 di host ke port 80 di virtual machine guest di VirtualBox. Alamat IP guest dan host boleh diisi boleh juga tidak. Klik OK untuk menerapkan port forwarding ini.

Dari host VirtualBox, kita coba untuk mengakses alamat http://localhost:8080 yang akan memanggil layanan server web di port 80 guest.
Yes, we did it. Kita baru saja berhasil membuat port forwarding di VirtualBox NAT Network.

Read more...

Instalasi USB 3G Modem Huawei Linux Ubuntu/Debian

Minggu, 18 Maret 2012

Linuxer dan komunitas Linux itu tumbuh dan besar bersama Internet. Linuxer tanpa akses Internet itu ibarat sayur tanpa garam, hambar! Untungnya akses Internet di Indonesia makin murah meriah. Pilihan modem yang mendukung berbagai distro Linux juga makin banyak di pasaran. USB 3G/HSDPA modem keluaran berbagai vendor seperti Huawei, Prolink, dkk kebanyakan tidak perlu oprekan tambahan lagi di Ubuntu, Debian, BlankOn, Fedora, atau distro lainnya. Dahulu kala mungkin para Linuxer harus berlelah-lelah berkutat di terminal demi usaha menjalankan USB 3G/HSDPA modem miliknya di Linux.

Kini semua itu sudah berubah, instalasi modem di Linux sudah sangat mudah. Selama driver modem tersebut sudah tersedia di kernel Linux, kita sudah dapat menginstalnya menggunakan Network Manager yang berbasis GUI di Gnome, LXDE, atau KDE. Di Debian GNU/Linux dengan LXDE (Lightweight X Desktop Environment) misalnya, ketika kita klik pada Network Manager di panel akan muncul opsi untuk membuat profil koneksi USB 3G/HSDPA untuk modem yang langsung terdeteksi.
Dengan memilih "New Mobile Broadband (GSM) connection..." pada menu tersebut, kita akan dibawa pada wizard instalasi USB 3G/HSDPA modem Huawei di Linux Debian seperti berikut.
Klik Continue untuk melanjutkan.
Pilih Indonesia, lalu klik Continue.
Pilih provider (operator) yang kita gunakan. Lanjutkan dengan mengklik Continue.
Jika menggunakan APN atau data plan yang berbeda, pilih 'My plan is not listed...' kemudian isikan nama APN di kotak isian. Klik Continue untuk melanjutkan.
Periksa kembali konfigurasi yang kita buat, klik Apply untuk memulai koneksi ke Internet.
Masukkan password root ketika diminta. Pengguna Ubuntu hanya perlu memasukkan password user dengan akses sudo.
Kita sudah dapat koneksi Internet berkualitas 3G/HSDPA menggunakan modem USB 3G Huawei di Debian Linux atau Ubuntu dengan mudah. Selamat mengoprek Linux dan berinternet ria.

Read more...

Mengakses USB dari Linux Fedora di VirtualBox

Sabtu, 17 Maret 2012

Dewasa ini USB Flashdisk telah menjadi salah satu media berbagi dan menyimpan data paling populer. Tapi kalau sudah bisa mengakses shared folders antara host dan guest virtual machine di VirtualBox, mengapa masih butuh akses ke USB? Mungkin saja kita butuh mengakses printer, modem, atau peralatan lainnya yang terhubung ke host Linux menggunakan USB. Instalasi VirtualBox dengan sistem operasi host Linux kemungkinan membutuhkan konfigurasi tambahan untuk mengakses device USB.

Konfigurasi tambahan di host Linux dibutuhkan karena rilis terbaru distro-distro Linux tidak mendukung usbfs secara default. Setelah konfigurasi selesai, kita sudah dapat menambahkan device USB yang hendak diakses di VirtualBox dengan mengakses menu Settings di VirtualBox Manager. Pastikan untuk mentik pilihan 'Enable USB Controller' dan 'Enable USB 2.0 (EHCI) Controller'.
Pada jendela dialog tersebut, klik ikon USB dengan tanda tambah untuk melihat device apa saja yang tersedia untuk diakses dari virtual machine VirtualBox.
Pilih salah satunya. Ulangi langkah yang sama untuk menambahkan USB device yang lain. USB device yang sudah ditambahkan akan terlihat seperti pada screen shot berikut.
Klik OK untuk menyimpan konfigurasi dan kembali ke VirtualBox Manager.

Untuk menguji, hidupkan virtual machine yang diberikan akses USB. Cobalah akses USB device tersebut menggunakan file manager Nautilus.
Kita juga dapat menambah atau mengurangi USB device yang diakses oleh VirtualBox ketika sistem operasi guest sudah berjalan. Di jendela virtual machine VirtualBox seperti terlihat pada gambar di atas, klik pada menu Devices -> USB Devices.
Kemudian pilih salah satu USB device yang hendak ditambahkan.

Demikianlah betapa mudahnya menambahkan akses USB di VirtualBox dengan host dan guest Linux.

Read more...

Menjalankan Wireshark Sebagai User Nonroot di Debian

Jumat, 16 Maret 2012

Salah satu cara untuk memahami bagaimana jaringan bekerja adalah dengan mengamati apa yang sebenarnya terjadi ketika data ditransmisikan. Dengan menangkap paket data (packet capturing) kemudian menganalisisnya, kita akan paham bagaimana cara kerja suatu protokol jaringan. Kegiatan ini biasa disebut juga sniffing atau sniff saja. Walaupun konotasinya sudah ke arah negatif, istilah sniffing lebih populer dibandingkan packet capturing.

Banyak perkakas perangkat lunak tersedia bagi mereka yang ingin mencoba melakukan kegiatan packet capturing. Salah satu perangkat lunak yang populer untuk kategori ini bahkan dapat berjalan di berbagai macam sistem operasi. Namanya Wireshark (dulunya Ethereal). Wireshark dapat digunakan di Linux, Windows, FreeBSD, hingga MacOS X.

Di Debian GNU/Linux, Wireshark dapat di-install dengan mudah menggunakan Synaptic atau aptitude/apt-get.
aptitude install wireshark
Sayangnya di Debian, Wireshark harus dijalankan sebagai root untuk live capturing. Konon untuk alasan keamanan, Wireshark sebaiknya tidak dijalankan sebagai root. Kita harus melakukan sedikit konfigurasi ulang pada Wireshark agar dapat dijalankan user non-root.
su
dpkg-reconfigure wireshark-common
Jalankan perintah tersebut di terminal. Konfirmasi bahwa kita setuju menjalankan Wireshark sebagai user non-root di layar konfigurasi.
Lalu tambahkan user yang akan digunakan menjalankan Wireshark ke group wireshark.
usermod -G wireshark -a rotyyu
Hidupkan ulang (reboot) komputer atau logout kemudian login kembali. Coba jalankan Wireshark dan pastikan kita sudah dapat memilih interface di dialog Capture Options Wireshark.
Happy sniffing!

Read more...

Error VirtualBox: Could Not Load The Host USB Proxy Service

Kamis, 15 Maret 2012

Ada satu masalah yang muncul setiap kali hendak melakukan konfigurasi ulang virtual machine di VirtualBox yang di-install di Debian GNU/Linux. VirtualBox selalu menampilkan warning 'Failed to access USB subsystem'. Walaupun VirtualBox masih dapat bekerja dengan normal, tapi masalah cukup mengganggu. Setelah melakukan sedikit pencarian di Google, sepertinya warning ini muncul karena distro Debian GNU/Linux tidak lagi menyertakan dukungan usbfs secara default.

Jika mendapatkan warning seperti di tangkapan gambar di bawah ini, artikel ini mungkin bisa sedikit membantu untuk menyelesaikannya.
Warning tersebut menyatakan:
Could not load the Host USB Proxy Service
(VERR_FILE_NOT_FOUND). The service might not be installed on
the host computer.
Kita bisa mengklik tombol Details untuk tampilan warning yang lebih teknis.
Resul Code: NS_ERROR_FAILURE (0x00004005)
Component: Host
Interface:     IHost {dab4a2b8-c735-4f08-94fc-9bec84182e2f}
Callee:          IMachine
Isi warning ini sebenarnya bisa jadi petunjuk atau kata kunci ketika mencari solusi di Google.

Solusinya juga tidak terlalu sulit. Kita hanya perlu mengaktifkan usbfs dengan mendaftarkannya di /etc/fstab dan mengaitkannya. Di berkas /etc/fstab tambahkan baris berikut.
usbfs /proc/bus/usb usbfs defaults,devmode=664 0 0
Kaitkan dengan menjalankan perintah berikut dari terminal.
mount -a
Lalu cek apakah usbfs sudah aktif atau tidak dengan perintah mount, seperti terlihat di tangkapan layar berikut.
Hidupkan ulang (reboot) komputer atau muat ulang modul VirtualBox. Gunakan perintah berikut untuk memuat ulang modul VirtualBox tanpa menghidupkan ulang komputer.
service vboxdrv restart
Pastikan tidak ada warning lagi ketika mengklik tombol Settings di VirtualBox Manager. Salah satu kemungkinan warning yang bisa muncul tampak pada gambar di bawah.
Jika mendapat warning seperti itu, tambahkan user yang digunakan ke group vboxusers.
usermod -G vboxusers -a rotyyu
Muat ulang modul VirtualBox. Lalu hidupkan ulang komputer atau logout kemudian login kembali.

Referensi: forums.virtualbox.org

Read more...

Konfigurasi Pasca Instalasi ReactOS, Sistem Operasi Kloning Windows XP

Rabu, 14 Maret 2012

Instalasi sistem operasi kloning Windows XP, ReactOS masih harus kita lanjutkan ketika virtual machine di-reboot. Di tahap dua instalasi ini, kita akan membuat user, menentukan password, mengisi nama host komputer, mengganti locale settings, dan mengatur tanggal dan waktu. Semua konfigurasi akan diatur melalui sebuah wizard yang muncul saat pertama kali sistem operasi ReactOS digunakan.

Wizard pengaturan ReactOS akan dimulai dengan tampilan selamat datang. Lanjutkan dengan klik pada tombol Next.
ReactOS juga akan menampilkan proyek-proyek yang banyak memberikan kontribusi untuk sistem operasi kloning Windows XP ini melalui layar Acknowledgement.
Selanjutnya, masukkan nama dan organisasi.
Kemudian tentutkan nama host komputer dan password untuk Administrator.
Sayangnya ketika mencoba pengaturan locale settings, tidak ada satupun tombol yang bereaksi. Mudah-mudahan di rilis selanjutnya kekurangan ini akan diperbaiki.
Tapi masalah yang sama tidak dijumpai di pengaturan tanggal dan waktu. Semuanya berjalan lancar.
Akhirnya semua tahapan konfigurasi ReactOS pasca instalasi selesai.
Dengan mengklik tombol Finish kita akan dibawa masuk ke desktop sistem operasi ReactOS.

Read more...

Instalasi ReactOS, Sistem Operasi Kloning Windows XP

ReactOS itu sebuah sistem operasi open source dengan lisensi GPL. ReactOS dikembangkan sebagai sistem operasi yang kompatibel secara biner baik perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware) dengan Microsoft Windows XP/2003. Sebelumnya sebuah tulisan di blog ini sudah membahas review tentang ReactOS. Kala itu kita memasang ReactOS dari image virtual machine untuk VirtualBox. Didorong rasa penasaran dengan sistem operasi kloning Windows XP/2003 ini, saya mencoba melakukan instalasi dari ISO image di VirtualBox.
ISO image ReactOS tersedia sebagai salah satu pilihan media unduh di situs resminya. Kelar mengunduh, kita harus membuat virtual machine baru dan mengaturnya supaya boot menggunakan ISO image ReactOS. Tampilan pertama instalasi ReactOS ini pasti tidak asing untuk pengguna Windows XP/2003. Sepanjang instalasi ini tombol Enter digunakan untuk melanjutkan, F3 untuk membatalkan instalasi sewaktu-waktu. Sedangkan beberapa tombol lain kondisional. Keterangan untuk masing-masing tombol ada di bagian bawah layar.
Tekan Enter untuk melanjutkan instalasi di layar berikut.
Di layar selanjutnya pengguna akan diberi beberapa informasi terkait keterbatasan sistem operasi ReactOS saat ini.
Di layar ke-4, pengguna dapat mengubah pengaturan perangkat keras yang terdeteksi oleh ReactOS. Perangkat keras yang ditemukan akan ditampilkan, pengguna dapat mengubahnya dengan menggunakan tombol panah untuk berpindah antar perangkat dan Enter untuk melakukan perubahan. Jika sudah cocok, sorot Accept lalu tekan Enter.
Untuk sistem dengan partisi lebih dari satu, pengguna dapat memilih drive mana yang digunakan untuk instalasi ReactOS. Pilih partisi lalu tekan Enter untuk melanjutkan.
Partisi atau drive terpilih tadi kemudian harus di-format dengan file system yang didukung ReactOS. Saat ini, ReactOS baru mendukung file system FAT32.
ReactOS membutuhkan sedikit waktu untuk mem-format partisi tadi menjadi FAT32.
Installer ReactOS memberi pilihan bagi pengguna untuk menentukan di folder mana sistem operasi akan di-install.
Setelah menekan Enter, instalasi ReactOS ke hard disk berjalan.
Di bagian akhir, pengguna dapat memilih untuk memasang boot loader atau tidak sama sekali.
Instalasi ReactOS yang sangat mirip dengan Windows XP/2003 kini selesai. Kita dapat menghidupkan ulang komputer untuk masuk ke sistem operasi ReactOS.
Tahapan instalasi ini masih harus dilanjutkan dengan konfigurasi di sistem operasi ReactOS yang telah terpasang di hard disk.

Read more...

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP