Tampilkan postingan dengan label Fedora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fedora. Tampilkan semua postingan

Mencari Subtitle Film Menggunakan SubDownloader

Selain digunakan untuk kerja, laptop/PC/netbook sering juga digunakan sebagai sarana hiburan. Istilah kerennya sih multimedia center. Tatkala sedang merasakan lelah, kita bisa mendengarkan musik kesukaan, menonton film, memainkan game, dan sederet aktivitas menyenangnkan lainnya. Menonton film mungkin menjadi salah satu favorit banyak orang. Apalagi sekarang semakin marak situs penyedia download film di dalam negeri. Namun sering kali kita kesulitan memahami alur cerita film karena tidak adanya subtitle alias terjemahan. Kadang kala kita juga menemukan subtitle yang tidak sinkron dengan pembicaraan aktor/aktris film tersebut.

Instalasi Teamviewer Di Ubuntu 13.04 64 Bit

Teamviewer merupakan salah satu aplikasi yang banyak digunakan untuk urusan remote-meremote. Aplikasi ini memang cukup powerful, kita dapat mengakses desktop dalam jaringan LAN maupun WAN tanpa perlu setting yang ribet. Kita juga dapat merekam sesi yang sedang berjalan menjadi sebuah video untuk membuat dokumentasi atau tutorial. Teamviewer juga memungkinkan beberapa user mengakses suatu desktop secara bersamaan. Selain itu, aplikasi ini juga gratis selama digunakan untuk keperluan personal.

Linux Basic Command Line: Melihat Kapasitas Harddisk

Belakangan ini kapasitas harddisk yang kita miliki semakin luas saja. Harganya yang semakin terjangkau menjadi salah satu pemicu semakin populernya harddisk berkapasitas luas. Selain itu era multimedia yang sedang ngetren menuntut kita memiliki media penyimpanan yang besar pula. Namun terkadang kapasitas dengan hitungan terabyte pun masih kurang. Tanpa kita sadari hampir semua ruang kosong sudah termakan ratusan film berformat high definition. Pada saat seperti ini, kita perlu memantau kapasitas hard disk dengan teliti. Kita juga dapat melihat file/direktori mana saja yang paling banyak menghabiskan ruang kosong sehingga kita dapat mengambil tindakan lebih lanjut.

Transfer File Ke Server Menggunakan SCP Dan SSH

Hendak melakukan transfer file dari atau ke server? Ada banyak pilihan protokol transfer data yang tersedia untuk digunakan. Mulai dari FTP, WebDAV HTTP, Samba, NFS, dll. Namun terkadang kita tidak mau disibukkan dengan urusan instalasi dan konfigurasi layanan-layanan ini. Kita hanya punya layanan SSH di server. Biasanya kita hanya menggunakannya untuk melakukan pekerjaan secara remote. Tunggu dulu, kalau ada SSH di server berarti kita tidak butuh protokol lain kalau hanya sekedar transfer file. Memangnya bisa? Bisa dong, Tutorial Ngoprek akan beri tahu caranya.

5 Distro Server Linux Terbaik Untuk Enterprise

Seiring dengan semakin matangnya sistem operasi GNU/Linux, perusahaan-perusahan berskala enterprise semakin banyak yang mengadopsinya di sisi infrastruktur. Bahkan perusahaan sekelas Google, Facebook, Yahoo, Amazon, Twitter, dan Wikipedia sekalipun sudah mengadopsi GNU/Linux sebagai sistem operasi utama di data center-nya. Sifat GNU/Linux yang bebas dioprek menjadi salah satu alasan meningkatnya penggunaan sistem operasi ini. Selain itu banyak juga distro yang khusus dirancang untuk kalangan enterprise tersedia secara gratis. Berikut ini adalah 5 distro server free terbaik untuk enterprise.

Linux Basic Command Line: Cek Versi Kernel dan Distro

Percaya atau tidak, saking banyaknya server yang kita urus terkadang kita bisa melupakan hal-hal sepele mulai dari masalah lupa password untuk login sampai versi dari distro yang terpasang di server tersebut. Belum lagi misalnya ketika kita mendapati warisan server dari sysadmin terdahulu tanpa dokumentasi yang memadai. Mengetahui versi distro dan kernel Linux yang digunakan suatu server itu cukup penting. Setidaknya kita tahu sedang berhadapan dengan makhluk seperti apa :D.

Trik Menembus Blok Internet (Content Filtering) Kominfo

Dalam rangka melindungi generasi muda bangsa dari bahaya pornografi yang tersebar luas di Internet, Kementerian Komunikasi dan Infomatika (Kominfo) merasa perlu menyaring dan memblok konten (content filtering) di level ISP untuk mencegah anak-anak ABG mengakses gambar porno maupun film bokep. Sebuah upaya yang sungguh mulia sebenarnya. Sayang sekali banyak ISP yang tidak terlalu becus dalam mengurusi hal ini. Beberapa ISP, salah satunya adalah AHA atau Esia, terkadang salah melakukan blok terhadap suatu situs.

Linux Basic Command Line: Menggunakan Alias

Alias adalah nama lain atau nama panggilan. Di Linux, alias punya fungsi yang mirip dengan konsep nama panggilan. Kita bisa memanggil suatu command dengan menggunakan command yang berbeda tapi tetap menjalankan fungsi yang sama. Lalu apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari? Salah satu yang paling banyak saya rasakan adalah mempersingkat penulisan suatu perintah dasar Linux yang sangat panjang. Dari pada mengetik tiga kata lebih baik satu kata dong ya?

Menggunakan RedHat RPM Package Manager Untuk Install, Uninstall, dan Upgrade Software

Dibalik kemudahan instalasi software menggunakan YUM, ada RPM Package Manager (dulunya RedHat Package Manager). YUM memang datang dengan konsep yang sangat brilian, dia mampu menangani masalah dependency antarpaket secara otomatis. Ketika kita hendak install PHPMyAdmin misalnya, YUM akan mencari paket apa saja yang dibutuhkan dan memasangnya sebelum memasang PHPMyAdmin. Tapi semuanya itu berawal dari RPM, paket-paket biner untuk distro berbasis RedHat dikemas dalam berkas dengan ekstensi RPM. Tanpa YUM, kita masih bisa melakukan instalasi paket-paket RPM secara manual. Sebaliknya YUM tidak akan berguna tanpa RPM. Seorang pengguna distro RedHat, CentOS, Fedora, OpenSUSE, Mageia (dulu Mandriva), dkk wajib mengerti cara penggunaan RPM untuk install, uninstall, dan upgrade software.

Install
Salah satu fungsi dasar RPM Package Manager tentu saja untuk instalasi berkas berekstensi rpm. Kita dapat mencari paket RPM untuk software yang diinginkan di rpmfind.net. Setelah mendapatkannya, kita dapat melakukan instalasi dengan perintah:
rpm -ivh mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Eksekusi perintah di atas dilakukan dari direktori di mana berkas rpm berada. Opsi i artinya install, v untuk verbose, dan h untuk hash.

Uninstall
Kadang-kadang kita hanya ingin mencoba software yang kelihatannya menarik, namun setelahnya kita ingin membuangnya dari sistem. Di sistem RPM kita cukup menggunakan perintah berikut untuk uninstall suatu software.
rpm -e mysql-connector-odbc-5.1.10-1
Perhatikan namanya kini tidak lagi menggunakan ekstensi i386.rpm.

Upgrade
Jika sebelumnya kita telah memasang ODBC connector untuk MySQL versi lebih rendah dan ternyata versi lebih baru dari software ini sudah tersedia maka kita dapat langsung melakukan upgrade dengan perintah:
rpm -Uvh mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Misalnya di sistem sudah ada paket mysql-connector-odbc-5.0.0 maka perintah di atas akan membuang versi lama dan memasang versi yang lebih baru.

Query
Kita juga dapat menggali informasi tentang suatu paket RPM, baik yang sudah sudah dipasang ataupun masih berupa berkas berekstensi rpm. Berikut adalah beberapa perintah rpm untuk menemukan informasi suatu paket.

Untuk mencari semua nama pake yang ada di sistem, eksekusi perintah:
rpm -qa
Dengan menambahkan nama ke perintah di atas kita dapat mencari nama paket yang lebih spesifik. Contoh perintah ini kan menampilkan semua paket yang namanya mengandung kata mysql.
rpm -qa mysql
Tampilkan informasi tentang satu berkas berekstensi rpm dengan perintah:
rpm -qpi mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Kita juga bisa mencari tahu dependency suatu paket cukup dengan satu perintah singkat:
rpm -qpR mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Atau bahkan berkas-berkas apa saja yang nantinya ditambahkan oleh suatu paket ke sitem.
rpm -qpl mysql-connector-odbc-5.1.10-1.i386.rpm
Dan seperti dugaan Anda, sebenarnya YUM juga menggunakan informasi-informasi ini untuk menjadikan dirinya hebat. Itu sebabnya seorang pengguna distro berbasis RPM wajib memahami kakas satu ini. Lebih lanjut mengenai RPM dan opsi-opsinya dapat ditemuka di RPM.org atau halaman manual rpm.

Instalasi MariaDB, MySQL Fork di Fedora GNU/Linux 16

Ketika Sun Microsystems membeli MySQL dari MySQL AB di tahun 2008 kemudian dilanjutkan dengan pengambilalihan kepemilikan Sun oleh Oracle, Michael 'Monty' Wildenius dan beberapa penulis asli MySQL tidak pernah benar-benar ikut diakuisisi. Monty malah membuat MariaDB yang ia sebut sebagai 'drop-in replacement' untuk MySQL. MariaDB memang dikembangkan dengan basis MySQL. Semua fitur yang ada di MySQL hampir dipastikan akan ada di MariaDB juga. Semua perintah, antarmuka, pustaka, hingga API yang ada di MySQL juga ada di MariaDB. Bahkan pengguna dapat langsung menggunakan basis data milik MySQL di MariaDB tanpa konversi sama sekali.

Saat ini MariaDB sudah mencapai versi 5.3.6 untuk rilis stabil. Pilihan cara instalasi yang disediakan untuk setiap rilis cukup beragam. Untuk distro RedHat, Fedora, CentOS, OpenSUSE, Oracle Linux dan distro lain berbasis RPM tersedia installer berbentuk RPM. Pengguna Windows dan Solaris juga dapat mengunduh installer untuk masing-masing sistem operasi. Pengguna Debian dan Ubuntu bahkan lebih beruntung karena dapat menggunakan repo dari pengembang MariaDB. Instalasi di distro selain yang disebutkan sebelumnya dapat menggunakan installer berbentuk biner atau kompilasi kode sumber (source code). Di artikerl ini kita akan mencoba melakukan instalasi MariaDB 5.3.5 di Linux Fedora 16.

Installer biner MariaDB dapat diunduh dari situs resminya. Sebelum memulai instalasi, kita tambahkan dulu group dan user untuk mysql.

su
groupadd mysql
useradd -g mysql mysql
Ekstrak berkas tar berisi paket biner MariaDB. Kita dapat mengekstraknya ke direktori /usr/local yang menjadi standar di beberapa distro. Namun kita dapat saja mengekstraknya ke direktori lain semisal /opt. Setelah ekstraksi pindah ke direktori yang menampung ekstraksi MariaDB.
cd Dowloads
tar xzvf mariadb-5.3.5-ga-Linux-x86_64.tar.gz -C /opt
cd /opt
 
Langkah selanjutnya buat symbolic link mysql ke target direktori hasi ekstraksi tadi. Lalu masuk ke direktori mysql.
ln -s /opt/mariadb-5.3.5-ga-Linux-x86_64 mysql
cd mysql
Lanjutkan dengan menjalankan skrip untuk membuat basis data sistem yang dibutuhkan MariaDB.
./scripts/mysql_install_db --user=mysql
Perintah tersebut akan membuat basis data awal yang harus ada untuk menjalankan MariaDB di /var/lib/mysql. Kita juga harus membuat direktori mysqld di bawah /var/run yang dibutuhkan untuk run time MariaDB, jangan lupa mengubah kepemilikannya ke mysql.
mkdir /var/run/mysqld
chown mysql:dba /var/run/mysqld
Coba jalankan MariaDB:
./bin/mysqld_safe --user=mysql &
Bila muncul pesan galat (error) saat mengeksekusi perintah di atas, cek berkas  log di /var/log/mysqld.log untuk mengetahui lebih jelas masalah yang terjadi. Jika perintah di atas sukses, cobalah masuk ke MariaDB:
./bin/mysql -u root --socket=/var/lib/mysql/mysql.sock
Coba juga untuk menjalankan perintah SQL setelah masuk di konsol MariaDB seperti tampak pada tangkapan layar di bawah ini.

Mengenal Package Manager YUM di Fedora/CentOS

YUM yang merupakan kependekan dari Yellowdog Updater, Modified adalah kakas (tool) baris perintah (command line) untuk instlall, update, dan uninstall (remove) perangkat lunak di distro Linux berbasis package manager RPM (RPM Package Manager)RedHat, CentOS, Fedora, Oracle Linux, dan distro lain turunan RedHat menggunakan YUM sebagai package manager. YUM secara otomatis akan mencari ketergantungan (dependency) suatu perangkat lunak ketika pengguna hendak melakukan instalasi. YUM mempermudah urusan instalasi perangkat lunak yang biasanya harus dilakukan satu per satu jika menggunakan RPM.

YUM dijalankan lewat terminal, namun ada beberapa distro seperti OpenSUSE yang menyediakan GUI sebagai front end. Seperti kebanyakan perintah dasar Linux yang dijalankan lewat terminal, YUM memiliki banyak argumen perintah. Di artikel ini, kita akan membahas beberapa di antaranya.

Mencari Perangkat Lunak
Untuk mencari nama paket RPM yang tersedia di repositori distro Fedora atau CentOS, gunakan perintah yum search kata_kunci. Ganti kata_kunci dengan nama atau deskripsi perangkat lunak yang akan dicari.
yum search browser
Perintah di atas akan menampilkan semua paket RPM yang mengandung kata browser. Kita juga dapat menggunakan:
yum list
untuk menampilkan semua paket yang terpasang dan tersedia di repo. Untuk menampilkan hanya perangkat lunak yang dipasang di sistem gunakan perintah:
yum list installed
Kita juga dapat menampilkan perangkat lunak apa saja yang tersedia di repositori dengan perintah:
yum list available
Perintah berikut akan menampilkan semua paket yang memiliki update yang siap dipasang.
yum list updates
Di distro Fedora/CentOS, beberapa paket yang memiliki keterkaitan digabungkan menjadi satu grup untuk mempermudah instalasinya. Perangkat lunak yang tergabung ke dalam grup ini dapat kita tampilkan dengan perintah:
yum grouplist
Instalasi Perangkat Lunak
Perintah yang digunakan untuk instalasi perangkat lunak yang merupakan paket tunggal adalah yum install nama_paket. Jika perangkat lunak yang hendak dipasang lebih dari satu, pisahkan setiap nama paket dengan spasi. Misalnya untuk instalasi server MySQL, kita gunakan perintah:
yum install mysql-server
Selain itu kita juga dapat memasang beberapa perangkat lunak yang tergabung menjadi satu grup menggunakan perintah.
yum groupinstall Clustering
Perintah tersebut akan memasang semua paket yang terdapat di grup Clustering.

Update Perangkat Lunak
Lakukan pembaruan seluruh perangkat lunak di sistem dengan perintah berikut:
yum update
Kita juga dapat melakukan pembaruan terhadap satu perangkat lunak saja. Caranya tambahkan nama paket di akhir perintah di atas.
yum update mysql-server
Sebelumnya, pastikan dulu index di basis data YUM sudah up to date.
yum check-update
Untuk perangkat-perangkat lunak yang tergabung dalam grup, pembaruan dapat dilakukan dengan perintah:
yum groupupdate
Uninstall Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang terpasang di distro Fedora/CentOS dapat kita hapus menggunakan perintah yum remove nama_paket. Perintah ini akan menghapus paket mysql-server dari sistem:
yum remove mysql-server
Perangkat lunak yang dipasang sebagai grup juga dapat kita hapus sekaligus sebagai grup menggunakan perintah:
yum groupremove Clustering
Untuk infomasi dan dokumentasi lebih lengkap mengenai perintah-perintah YUM, silakan merujuk ke halaman manualnya.

Membuat Partisi Hard Disk Menggunakan GParted di Fedora 16

Setelah menambahkan hard disk baru ke virtual machine yang kehabisan ruang kosong, kita masih perlu melakukan partisi pada hard disk tersebut. Dalam pengertian sederhana partisi akan membagi-bagi hard disk menjadi beberapa bagian. Setiap bagian tersebut biasanya disebut partisi juga, masih harus diformat menjadi file system tertentu yand di dukung Linux Fedora. Beberapa format file system yang populer dan didukung Linux di antaranya Ext3, Ext4, ReiserFS, Reiser4, dan btrfs. Tanpa partisi dan format, hard disk yang ditambahkan ke sistem operasi tidak dapat digunakan sama sekali. Di Fedora 16 kita mempunyai beberapa pilihan perangkat lunak untuk menambahkan partisi dan melakukan format file system. Salah satunya yang cukup populer di kalangan pengguna Gnome namanya gParted. Selain itu juga tersedia perangkat lunak fdisk yang dijalankan dengan mode baris perintah.

GParted belum tersedia di Fedora 16 dengan instalasi standar. Oleh karena itu kita harus terlebih dulu melakukan instalasi gParted:
yum install gparted
Untuk menjalankannya kita bisa mengakses di menu Applications atau menekan kombinasi tombol Alt+F2, kemudian mengetikkan gParted. Urusan pengelolaan partisi di Linux membutuhkan akses root, berikan password root ketika gParted dijalankan.
GParted kemudian akan menampilkan partisi di hard disk yang pertama yang terdapat di sistem. Jika di sistem terdapat beberapa hard disk, kita harus menggantinya sebelum melakukan partisi.
Hard disk lainnya dapat ditampilkan dengan mengakses menu GParted->Devices atau klik pada tombol dengan ikon hard disk di pojok kanan atas. Aksi ini akan menampilkan semua hard disk yang ada di sistem, pilih salah satu yang akan dipartisi. Misalnya kita akan membuat partisi di hard disk /dev/sdb.
Jika hard disk tersebut benar-benar baru dan belum pernah digunakan sama sekali, kita harus membuat tabel partisi terlebih dulu. Akses menu Devics->Create Partition Table...
GParted kemudian akan membuat tabel partisi MS-DOS, klik Apply pada dialog warning yang muncul. Perlu diperhatikan kalau dilakukan pada hard disk dengan data, semua isinya akan dihapus setelah pembuatan tabel partisi ini.
Hasilnya kita akan mendapatkan partisi kosong yang mencakup seluruh ruang di hard disk dengan status unallocated. Dari sini kita bisa membagi-baginya menjadi beberapa partisi dengan ukuran yang lebih kecil atau menggunakan keseluruhan ruang kosongnya menjadi satu partisi.
Buat partisi baru dengan klik kanan pada hard disk tersebut. Pada menu pop up yang muncul pilih New. Tentukan ukuran dan jenis file system untuk partisi yang akan dibuat. Kita juga dapat menentukan label untuk partisi di dialog ini. Klik Add jika semua pengaturan sudah sesuai.
Status hard disk yang tadinya unallocated akan berubah menjadi new partition lengkap dengan ukurannya. Namun sampai pada tahap ini perubahan partisi belum benar-benar dituliskan ke hard disk. Klik tombol dengan ikon tanda cek di barisan toolbar untuk menuliskan perubahan ke hard disk.
Klik Apply untuk konfirmasi pada dialog yang muncul seperti di bawah ini.
Perubahan partisi bisa memakan waktu cukup lama untuk hard disk dengan ukuran cukup besar. Pastikan semua proses berhasil.
Sebagai langkah terakhir, tambahkan baris baru untuk hard disk baru kita di /etc/fstab sistem Fedora Linux. Untuk partisi dengan file system ext4 dan dikaitkan (mount) di /oracle, pengaturannya lebih kurang seperti ini (perhatikan baris terakhir).
Kaitkan dengan menggunakan perintah berikut:
mount -a
Pastikan partisi terdapat pada keluaran perintah baris:
mount

Instalasi VirtualBox Guest Addition di Fedora Linux

VirtualBox guest addition menyediakan integrasi yang lebih baik antara host dan guest. VirtualBox guest addition juga dapat meningkatkan performa sistem operasi guest. VirtualBox guest addition sesuai dengan namanya harus di-install di dalam sistem operasi yang dipasang sebagai virtual machine (guest). VirtualBox guest addition terdiri atas driver dan aplikasi sistem untuk meningkatkan performa dan kegunaan sistem guest. Fitur-fitur yang ditawarkan VirtualBox guest addition seperti integrasi pointer mouse, berbagi folder, dukungan video yang lebih baik, sinkronisasi waktu, login otomatis, dll.

Pengguna VirtualBox edisi open source yang biasa disertakan di repo berbagai distro Linux harus mengunduh ISO VirtualBox guest addition sebelum melakukan instalasi. Sedangkan pengguna VirtualBox yang mengunduh installer dari Oracle dapat langsung meng-install guest addition setelah menghidupkan sistem operasi guest. Caranya klik menu Devices lalu pilih Install Guest Additions.

Di desktop sistem operasi guest, dalam hal ini Fedora 16, akan muncul pilihan untuk CD-ROM virtual yang baru saja dimasukkan. Pilih salah untuk membukanya menggunakan file manager Nautilus.
ISO VirtualBox guest addition berisi installer untuk semua sistem operasi yang didukung oleh VirtualBox.
Untuk melakukan instalasi di Fedora 16, buka sebuah terminal lalu masuk sebagai root. Kemudian jalankan skrip instalasi untuk Linux.
Untuk hasil yang maksimal, pastikan kode sumber atau biasa dikenal sebagai header dari kernel yang digunakan ter-install di sistem operasi guest.

Mengakses USB dari Linux Fedora di VirtualBox

Dewasa ini USB Flashdisk telah menjadi salah satu media berbagi dan menyimpan data paling populer. Tapi kalau sudah bisa mengakses shared folders antara host dan guest virtual machine di VirtualBox, mengapa masih butuh akses ke USB? Mungkin saja kita butuh mengakses printer, modem, atau peralatan lainnya yang terhubung ke host Linux menggunakan USB. Instalasi VirtualBox dengan sistem operasi host Linux kemungkinan membutuhkan konfigurasi tambahan untuk mengakses device USB.

Konfigurasi tambahan di host Linux dibutuhkan karena rilis terbaru distro-distro Linux tidak mendukung usbfs secara default. Setelah konfigurasi selesai, kita sudah dapat menambahkan device USB yang hendak diakses di VirtualBox dengan mengakses menu Settings di VirtualBox Manager. Pastikan untuk mentik pilihan 'Enable USB Controller' dan 'Enable USB 2.0 (EHCI) Controller'.
Pada jendela dialog tersebut, klik ikon USB dengan tanda tambah untuk melihat device apa saja yang tersedia untuk diakses dari virtual machine VirtualBox.
Pilih salah satunya. Ulangi langkah yang sama untuk menambahkan USB device yang lain. USB device yang sudah ditambahkan akan terlihat seperti pada screen shot berikut.
Klik OK untuk menyimpan konfigurasi dan kembali ke VirtualBox Manager.

Untuk menguji, hidupkan virtual machine yang diberikan akses USB. Cobalah akses USB device tersebut menggunakan file manager Nautilus.
Kita juga dapat menambah atau mengurangi USB device yang diakses oleh VirtualBox ketika sistem operasi guest sudah berjalan. Di jendela virtual machine VirtualBox seperti terlihat pada gambar di atas, klik pada menu Devices -> USB Devices.
Kemudian pilih salah satu USB device yang hendak ditambahkan.

Demikianlah betapa mudahnya menambahkan akses USB di VirtualBox dengan host dan guest Linux.

Konfigurasi Fedora 16 Setelah Instalasi

Ketika melakukan instalasi Fedora 16, kita hanya membuat satu user saja yaitu root. Konfigurasi Linux seperti ini tidak disarankan karena rentan dengan isu keamanan. Untuk itulah setelah instalasi Fedora 16 selesai, kita harus melakukan beberapa konfigurasi tambahan. Beberapa konfigurasi yang harus dilakukan pascainstalai Fedora 16 di antaranya 1) persetujuan lisensi, 2) pengaturan waktu, 3) pembuatan user, 4) hardware profile.
Konfigurasi Fedora 16 akan otomatis dijalankan setelah kita memilih Reboot di akhir instalasi. Lalu di menu GRUB 2 kita harus memilih untuk masuk ke sistem Fedora 16 yang baru selesai di-install.
Di awal konfigurasi kita akan disapa Welcome Screen Fedora 16. Klik Forward untuk melanjutkan.
Berikutnya kita harus menyetujui dan memahami lisensi yang digunakan Fedora 16. Klik Forward untuk melanjutkan.
Secara default Fedora 16 akan mengambil konfigurasi waktu dari BIOS, namun jika ternyata konfigurasi ini tidak cocok kita boleh menyesuaikannya. User juga diberi pilihan untuk melakukan sinkronisasi waktu dengan server NTP melalui jaringan. Klik Forward setelah selesai mengatur waktu Fedora 16.
Selanjutnya kita akan membuat user yang nantinya akan digunakan sebagai login untuk keperluan sehari-hari tanpa perubahan pada konfigurasi sistem. Kita juga dapat memasukkan user ini ke dalam grup administrator yang membuatnya setara dengan root dengan akses sudo. Klik Forward untuk melanjutkan.
Pengiriman hardware profile ke Fedora bersifat opsional, jika ingin membantu pengembang Fedora untuk mengetahui perangkat keras yang dapat menjalankan Fedora dengan baik, kita dapat memilih untuk mengirimkan hardware profile. Klik Forward untuk melanjutkan.
Sekarang Fedora 16 siap digunakan dan dioprek lebih lanjut. Silakan login dengan user yang dibuat pada tahapan konfigurasi sebelumnya.

Tutorial Instalasi Fedora 16

Fedora 16 merupakan salah satu distro Linux berbasis RedHat yang cukup populer dan banyak digunakan di desktop maupun server. Sebagai proyek yang dikembangkan bersama oleh RedHat dan komunitas, Fedora merupakan cikal bakal atau testbed untuk RedHat Enterprise Linux. Seperti kebanyakan distro populer lainnya, Fedora menggunakan Gnome sebagai desktop environment default. Namun pengguna KDE tidak perlu khawatir karena Fedora tetap menyediakan pilihan untuk memasang KDE sebagai desktop environment.
Untuk urusan instalasi, Fedora sudah menyediakan antarmuka berbasis GUI yang cukup mudah digunakan. User dapat memilih untuk menggunakan installer berbentuk CD atau DVD. Ketika menggunakan CD, user dapat terlebih dahulu mencoba Fedora dalam mode live cd. Sedangkan penggunaan DVD sepertinya memang dirancang untuk instalasi dengan perangkat lunak bawaan yang lebih banyak.
Dalam tutorial ini kita akan melakukan instalasi Fedora 16 menggunakan DVD. ISO image Fedora dapat diunduh dari situs resminya atau cermin lokal seperti kambing. Kelar mengunduh, ISO image harus dibakar ke DVD atau flashdisk, atau bisa juga menggunakan virtual machine di VirtualBox, atau menggunakan teknik booting ISO dari harddisk.
Di menu GRUB, pilih Install or upgrade Fedora.
Untuk memastikan DVD dalam kondisi baik dan tidak akan mengganggu jalannya instalasi, kita bisa memilih untuk memeriksanya. Kalau sudah yakin DVD dalam keadaan baik, pilih saja Skip.
Pilih bahasa yang akan digunakan. Klik Next untuk melanjutkan.
Pilih jenis papan ketik (keyboard layout), lalu klik Next.
Berikutnya kita harus menentukan jenis penyimpanan yang digunakan untuk instalasi. Pilih Basic Storage Devices untuk kebanyakan PC/laptop dengan harddisk lokal. Pilih Specialized Storade Devices jika menggunakan FCoE, iSCSI, zFCP, atau Storage Area Networks (SANs) lainnya. Klik Next untuk melanjutkan.
Tentukan host name untuk mesin yang sedang di-install ini. Di tahap ini juga tersedia pilihan untuk pengaturan jaringan. User yang memilih melewatkan konfigurasi jaringan dapat melakukannya nanti setelah instalasi selesai. Klik Next untuk melanjutkan.
Pilihan zona waktu untuk Indonesia ada tiga, 1) Jakarta untuk WIB, 2) Makassar untuk WITA, dan 3) Jayapura untuk WIT. Pilih salah satunya, lalu klik Next untuk melanjutkan.
Tentukan password root yang nantikan akan digunakan untuk berbagai kepentingan pengelolaan sistem. Sebaiknya pilih password yang cukup panjang namun tetap mudah diingat. Klik Next untuk melanjutkan.
Fedora menyediakan beberapa pilihan metode partisi. Tips untuk memilih partisi, jika sebelumnya sudah ada sistem operasi lain di PC/laptop gunakan pilihan Create Custom Layout, jika ingin menggunakan seluruh harddisk untuk instalasi gunakan pilihan Use All Space. Selesai memilih, klik Next.
Klik Write Changes to Disk untuk mengkonfirmasi pembuatan partisi.
Fedora menyediakan empat pilihan instalasi, 1) Graphical Desktop untuk lingkungan desktop lengkap, 2) Software Development untuk lingkungan desktop pengembangan perangkat lunak, 3) Web Server untuk lingkungan LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP), 4) Minimal untuk instalasi minimal. Pilihan ini masih dapat dikonfigurasi setelah instalasi selesai. Tentukan pilihan, lalu klik Next untuk melanjutkan.
Instalasi akan memakan waktu hingga beberapa puluh menit. Tunggu hingga selesai.
Setelah instalasi selesai, klik Reboot untuk masuk ke sistem baru.
Berikutnya kita harus melakukan konfigurasi pascainstalasi untuk pengaturan waktu, pembuatan user baru, dan pembuatan hardware profile.