Tampilkan postingan dengan label Oracle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oracle. Tampilkan semua postingan

5 Distro Server Linux Terbaik Untuk Enterprise

Seiring dengan semakin matangnya sistem operasi GNU/Linux, perusahaan-perusahan berskala enterprise semakin banyak yang mengadopsinya di sisi infrastruktur. Bahkan perusahaan sekelas Google, Facebook, Yahoo, Amazon, Twitter, dan Wikipedia sekalipun sudah mengadopsi GNU/Linux sebagai sistem operasi utama di data center-nya. Sifat GNU/Linux yang bebas dioprek menjadi salah satu alasan meningkatnya penggunaan sistem operasi ini. Selain itu banyak juga distro yang khusus dirancang untuk kalangan enterprise tersedia secara gratis. Berikut ini adalah 5 distro server free terbaik untuk enterprise.

Kompilasi dan Instalasi Oracle OCI8 Untuk PHP 5.4.0 di Linux CentOS

Selain MySQL, Oracle menjadi salah satu basis data (database) RDBMS yang banyak digunakan di perusahaan-perusahaan kelas enterprise. Kehandalan basis data Oracle dalam menangani data dalam ukuran sangat besar memang tidak perlu diragukan lagi. Selain dapat diakses menggunakan berbagai platform yang disediakan Oracle, kita juga dapat menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk membangun aplikasi untuk penanganan datanya. Syaratnya kita harus memasang PHP yang sudah dikompilasi dengan dukungan OCI8. Untuk alasan praktis, pengguna bisa saja memilih menggunakan XAMPP yang biasanya sudah memasukkan dukungan OCI8 untuk mengakses basis data Oracle. Sedangkan bagi mereka yang memilih untuk melakukan kompilasi PHP secara manual harus pula melakukan kompilasi OCI8.

Persiapan Kompilasi OCI8
Di sistem operasi Linux CentOS 5.5 atau rilis sesudahnya, kita harus terlebih dahulu memasang Instant Client sebagai prasyarat kompilasi driver OCI8. Paket RPM untuk Instant Client ini dapat diunduh di situs resmi Oracle. Lakukan instalasi sebagai user root.
rpm -ivh oracle-instantclient11.2-basic-11.2.0.3.0-1.i386.rpm
rpm -ivh oracle-instantclient11.2-devel-11.2.0.3.0-1.i386.rpm
Jika menggunakan CentOS 64 bit atau sistem operasi Linux lain maka sesuaikan paket yang diunduh dari alamat ini.

Kompilasi dan Instalasi OCI8
Kode sumber OCI8 yang dibutuhkan untuk kompilasi ini dapat kita unduh dari situs pecl. Saat ini versi terbaru adalah 1.4.7. Ekstrak berkas tersebut lalu masuk ke dalam direktori hasil ekstrak.
tar -xzvf oci8-1.4.7.tgz
cd oci8-1.4.7
Siapkan direktori ini untuk kompilasi:
/opt/bin/phpize
Pemanggilan phpize dengan path lengkap seperti ini harus dilakukan karena sebelumnya kita melakukan kompilasi PHP 5.4.0 dengan target direktori /opt. Lanjutkan dengan melakukan konfigurasi:
./configure --with-oci8=shared,instantclient,/usr/lib/oracle/11.2/client/lib/ --with-php-config=/opt/bin/php-config
Lakukan kompilasi dan instalasi OCI8 dengan mengeksekusi perintah berikut sebagai user root:
make install
Pastikan OCI8 terpasang dengan baik, tanda-tandanya kita akan mendapatkan oci8.so di direktori /opt/lib/php/extensions/no-debug-non-zts-20100525.

Konfigurasi PHP
Setelah berhasil melakukan kompilasi dan instalasi OCI8, berikutnya kita harus menambahkan baris berikut di konfigurasi php.ini yang biasanya terdapat di /etc/httpd/php.ini:
extensions=oci8.so
Kemudian restart service Apache:
service httpd restart
Fungsi phpinfo() akan menampilkan informasi seperti pada tangkapan layar berikut yang menandakan kompilasi dan instalasi OCI8 di CentOS 5.5 berhasil dengan baik.
Referensi: php.net.

Install Oracle Heterogeneous Services Untuk MySQL di Oracle Linux 6.2

Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis tentang Oracle HS (Heterogeneous Services) di blog ini. Kala itu saya menggunakan Oracle HS di sistem operasi RedHat Enterprise Linux 4.5 dengan database Oracle 10g R2 XE (Express Edition) untuk mengakses database MySQL di sistem operasi Windows Server 2003. Di artikel ini saya akan membahas topik yang sama tapi kasusnya berbeda. Kali ini database Oracle 11g R2 Enterprise Edition terpasang di Oracle Linux 6.2, sedangkan database MySQL di Windows Server 2003. Dalam kasus ini kita tidak perlu melakukan konfigurasi di MySQL atau Windows Server 2003, semua konfigurasi Oracle HS akan dilakukan di sisi Oracle Linux 6.2.

Kita mulai dengan memasang driver ODBC untuk MySQL di server Oracle Linux 6.2.
su
rpm -ivh mysql-connector-odbc-5.1.5r1144-7.el6.x86_64.rpm
Paket RPM tersebut sudah ada di DVD installer Oracle Linux 6.2 tapi kita bisa juga mengunduhnya dari situs MySQL. Namun dari pengalaman saya, installer ODBC dari situs MySQL membutuhkan paket dependency yang belum tersedia di Oracle Linux 6.2.

Selanjutnya kita akan membuat konfigurasi ODBC di /etc/odbc.ini, gunakan editor seperti vim atau nano untuk menambahkan baris berikut ke berkas tersebut.
[MY_SQL]
DRIVER = /usr/lib64/libmyodbc5.so
SERVER = 10.15.5.71
UID = username
PWD = password
DATABASE = database
PORT = 3306

[ODBC]
TRACE = 1
TRACEFILE = /tmp/odbc.log
Ganti informasi SERVER, UID, PWD, DATABASE masing-masing secara berurutan dengan alamat IP server, username, password user bersangkutan, dan basis data MySQL yang akan diakses.

Kita juga harus membuat konfigurasi Oracle HS di $ORACLE_HOME/hs/admin/initSID.ora yang berisi data-data di bawah ini.
HS_FDS_CONNECT_INFO = MY_SQL
HS_FDS_TRACE_LEVEL = DEBUG
HS_FDS_SHAREABLE_NAME = /usr/lib64/libodbc.so
HS_LANGUAGE=AMERICAN_AMERICA.WE8ISO8859P15

set ODBCINI = /etc/odbc.ini
set ODBCINSTINI = /etc/odbcinst.ini
Perhatikan baris HS_FDS_CONNECT_INFO harus memiliki nilai yang sama dengan konfigurasi di /etc/odbc.ini. $ORACLE_HOME adalah direktori untuk produk database Oracle. Di Oracle Linux 6.2 kita bisa menampilkannya dengan perintah:
echo $ORACLE_HOME
SID pada initSID.ora harus diganti dengan nama SID yang akan digunakan untuk mengakses MySQL. Di sistem Oracle Linux yang saya gunakan, path lengkap untuk konfigurasi inisial Oracle HS menjadi /oracle/product/11.2.0/dbhome_1/hs/admin/initMYSQLDB.ora.

Terakhir, kita harus menambahkan konfigurasi untuk mengakses database MySQL melalui Oracle HS (Heterogeneous Services) di $ORACLE_HOME/network/admin/tnsnames.ora dan $ORACLE_HOME/network/admin/listener.ora. Kedua konfigurasi ini sangat sensitifm sedikit kesalahan ketik saja akan mengakibatkan Oracle HS tidak berjalan dengan baik. Berikut cuplikan untuk konfigurasi tnsnames.ora.
MYSQLDB =
   (DESCRIPTION =
      (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = db.company.com)(PORT = 1521))
         (CONNECT_DATA =
            (SID = MYSQLDB)
      )
      (HS = OK)
   )
Tambahkan baris-baris di atas ke baris terakhir tnsnames.ora. Jangan lupa mengganti db.company.com pada parameter HOST dengan nama domain atau alamat IP server Oracle Linux 6.2. Lalu di listener.ora konfigurasinya menjadi:
SID_LIST_LISTENER =
  (SID_LIST =
     (SID_DESC =
        (SID_NAME = MYSQLDB)
        (ORACLE_HOME = /oracle/product/11.2.0/dbhome_1)
        (PROGRAM = dg4odbc)
     )
  )

LISTENER =
  (DESCRIPTION_LIST =
     (DESCRIPTION =
        (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = db.company.com)(PORT = 1521))
        (ADDRESS = (PROTOCOL = IPC)(KEY = EXTPROC1521))
     )
     (DESCRIPTION =
        (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = db.company.com)(PORT = 1522))
      )
   )

ADR_BASE_LISTENER = /oracle
Konfigurasi yang berwarna merah menandakan baris yang saya tambahkan di konfigurasi lama. Samakan db.company.com pada parameter HOST seperti pada tnsnames.ora. Selanjutnya kita reload konfigurasi listener Oracle dengan menjalankan perintah berikut dari terminal:
lsnrctl reload
Pastikan instance untuk layanan MySQL sudah dijalankan dengan perintah lsnrctl status yang menghasilkan output untuk SID MYSQLDB, lebih kurang seperti:
Service "MYSQLDB" has 1 instance(s).
   Instance "MYSQLDB", status UNKNOWN, has 1 handler(s) for this service...
Cek juga apakah output dari lsnrctl services sudah menampilkan instance MYSQLDB. Jika sudah, masuk ke Oracle menggunakan sqlplus, buat database link, dan coba jalankan query ke server MySQL.
sqlplus / as sysdba
create public database link mysql connect to "username" identified by "password" using 'MYSQLDB'
select from nm_tabel@mysql
mysql adalah nama database link yang kita buat pada perintah create public database link. Ganti username dan password seperti yang kita gunakan di /etc/odbc.ini. Ganti juga nm_tabel dengan nama tabel yang ada di database yang kita tetapkan di /etc/odbc.ini. Seharusnya perintah terakhir menampilkan semua record yang ada di tabel nm_tabel jika konfigurasi instalasi Oracle HS sudah tepat.

Tutorial Instalasi Database Oracle XE 11g R2 di Linux Fedora 16

Oracle RDBMS (Relational Database Management System) menjadi salah satu sistem basis data relasional paling banyak digunakan. Database Oracle memang sudah terbukti sebagai salah satu sistem basis data yang dapat diandalkan untuk menangani proyek besar dengan data yang juga sangat besar. Database Oracle dibuat oleh Oracle Corporation dan menjadi salah satu primadona di kalangan pekerja IT. Kemampuan menguasai database Oracle menjadi salah satu syarat yang banyak disertakan oleh para pencari karyawan IT. Oracle dirilis dalam beberapa edisi, mulai dari Standar Edition, Standar Edition One, Enterprise Edition, hingga Express Edition (XE) yang gratis namun memiliki beberapa keterbatasan. Oracle XE kelihatannya memang disediakan untuk kepentingan belajar. Ukurannya lebih kecil, kebutuhan perangkat kerasnya juga tidak setinggi edisi lainnya.

Oracle XE 11g R2 adalah rilis terbaru dan dapat diunduh gratis dari situs resmi Oracle. Berbeda dengan rilis Oracle XE 10g R2 yang hanya menyediakan installer untuk Linux arsitektur x86, rilis terbaru ini justru kini hanya menyediakan installer Linux untuk arsitektur x86_64. Jadi pastikan target sistem operasi Fedora 16 untuk instalasi juga berplatforn x86_64. Cara instalasi Fedora 16 x86_64 dapat ditemukan di artikel sebelumnya.

Usai mengunduh installer Oracle XE 11g R2, buka sebuah terminal emulator dan ganti user menjadi root. Lalu install perangkat lunak unzip yang nantinya akan digunakan untuk mengekstrak installer Oracle XE 11g R2.
su
yum install unzip
Ekstrak berkas installer Oracle XE 11g R2, gunakan perintah unzip seperti tampak pada tangkapan layar berikut ini.
Install berkas dependensi yang dibutuhkan untuk instalasi. Di sistem Fedora 16 yang saya gunakan untuk instalasi, hanya ada satu pustaka yang harus ditambahkan ke sistem. Jalankan perintah berikut sebagai root untuk instalasinya.
yum install libaio
Kemudian masuk ke direktori hasil ekstraksi tadi, jalankan perintah rpm seperti tampak pada tangkapan layar di bawah ini untuk memulai instalasi Oracle 11g R2 di Fedora 16.
Bila instalasi berjalan lancar tanpa adanya pesan galat (error), lanjutkan dengan konfigurasi database Oracle dengan menjalankan perintah:
/etc/init.d/oracle-xe configure
Biarkan saja nomor port menggunakan pilihan default pada tahap konfigurasi port-port yang akan digunakan Oracle XE.

Tentukan password untuk pengguna /, SYS, dan SYSTEM.
Jawab y untuk menjalankan layanan Oracle XE ketika komputer dihidupkan, atau n jika layanan Oracle tidak perlu dijalankan ketika komputer dihidupkan.
Setelah proses instalasi ini selesai, cek layanan Oracle dengan login menjadi user oracle.
su - oracle
lsnrctl status
Cobalah mengakses layanan Oracle menggunakan SQL*Plus atau klien lainnya jika tidak ada galat pada keluaran perintah di atas.

Konfigurasi Repository YUM di Oracle Linux 6

Seperti telah pernah saya sebutkan sebelumnya, Oracle menyediakan update Oracle Linux Server untuk umum. Update untuk berbagai paket-paket di Oracle Linux Server disediakan melalui Oracle Public Yum Server. Dengan tersedianya repository untuk publik ini, pengguna dapat dengan nyaman menggunakan Oracle Linux Server. Karena update terbaru biasanya menyediakan berbagai tambalan untuk lubang-lubang keamanan di rilis terdahulu. Adanya update juga akan menjamin pengguna menggunakan paket-paket yang lebih baru dengan berbagai fitur baru. Namun satu hal yang perlu dicatat, update gratis ini tidak menyediakan dukungan resmi dari Oracle. Jika membutuhkan dukungan silakan berlangganan Oracle Linux Support.

Saat ini, Oracle Public Yum Server menyediakan repository untuk Oracle Linux versi 4, 5, dan 6 serta Oracle VM. Untuk menambahkan repository ke konfigurasi YUM, jalankan perintah-perintah berikut sebagai root setelah melakukan instalasi Oracle Linux.
  1. Oracle Linux 4
  2. cd /etc/yum.repos.d
    mv Oracle-Base.repo Oracle-Base.repo.disabled
    wget http://public-yum.oracle.com/public-yum-el4.repo
  3. Oracle Linux 5
  4. cd /etc/yum.repos.d
    wget http://public-yum.oracle.com/public-yum-el5.repo
  5. Oracle Linux 6
  6. cd /etc/yum.repos.d
    wget http://public-yum.oracle.com/public-yum-ol6.repo
  7. Oracle VM
  8. cd /etc/yum.repos.d
    wget http://public-yum.oracle.com/public-yum-ovm2.repo
Secara default repository yang digunakan hanya seksi latest dari beberapa repository yang disediakan untuk setiap rilis Oracle Linux. Untuk menggunakan repository lainnya, kita harus mengubah baris  enabled=0 menjadi enabled=1.

Kemudian jalankan perintah berikut untuk menmperbarui daftar paket-paket terbaru dari reporitory Oracle.
yum list
Setelah itu, kita sudah dapat memasang paket-paket terbaru dari Oracle menggunakan YUM seperti biasa.

Download Installer Oracle VM VirtualBox 4.1.10

Ternyata Oracle, yang kini menjadi pemegang merek dagang VirtualBox, telah merilis VirtualBox 4.1.10. Rilis ini merupakan versi terbaru dari VirtualBox sekaligus menjadi update untuk VirtualBox 4.1.8. Ada banyak sekali perbaikan yang dihadirkan dengan rilis Oracle VirtualBox 4.1.10 kali ini. Di antaranya: 1) perbaikan rendering 3D di host Linux dengan kartu grafis nVidia, 2) dukungan untuk kernel 3.3 di host Linux, 3) dukungan SSL/TLS di web service, 4) host interface kini tak lagi memiliki alamat IP dan netmask default, dll. Informasi selengkapnya tentang perubahan dan fitur baru di VirtualBox 4.1.10 dapat disimak di sini.

Para pengguna VirtualBox tentunya langsung mendapatkan notifikasi tentang rilis terbaru ini ketika menjalankan VirtualBox. Jika belum menggunakan VirtualBox rilis terbaru, kita akan mendapatkan notifikasi seperti berikut.
Kita dapat langsung klik pada link di notifikasi tersebut untuk men-download VirtualBox 4.1.10 sesuai dengan sistem operasi host yang kita gunakan.

Installer VirtualBox 4.1.10 untuk berbagai sistem operasi host dapat di-download pada link-link berikut:
Selain installer VirtualBox 4.1.10, pengguna juga dapat men-download installer untuk VirtualBox Extension Pack 4.1.10 di sini.

Step by Step Tutorial Instalasi Oracle Linux 6.2

Oracle Linux merupakan distribusi yang dikembangkan Oracle berbasiskan RedHat Enterprise Linux. Distro ini ditujukan untuk kalangan enterprise. Dengan integrasi yang baik jika diimplementasikan menjadi server untuk berbagai produk Oracle. Walaupun ditujukan untuk kalangan enterprise, Oracle Linux dapat diunduh gratis dan digunakan secara bebas. Berbeda dengan RedHat Enterprise Linux yang mewajibkan pengguna berlangganan untuk mendapatkan update, Oracle menyediakan update untuk semua penggunanya.

Sebagai distro yang dikembangkan dari RedHat Enterprise Linux, distro berlogo Pinguin mengenakan baju zirah ini menggunakan installer Anaconda milik RedHat. Instalasinya tentu saja sangat mirip dengan RedHat. Bagi Linuxer yang ingin memperdalam RedHat Enterprise Linux tapi tidak memiliki dana untuk berlangganan, Oracle Linux dapat menjadi alternatif selain distro komunitas seperti CentOS atau Scientific Linux. Installer Oracle Linux dapat diunduh dari edelivery milik Oracle. Untuk sekedar coba-coba, kita bisa menggunakan virtual machine di VirtualBox untuk instalasi.

Berikut ini adalah step by step instalasi Oracle Linux di VirtualBox.
  1. Atur sistem untuk boot lewat CD-ROM. Di layar GRUB, sorot pilihan paling atas lalu tekan Enter untuk masuk ke instalasi Oracle Linux.
  2. Untuk mempercepat instalasi, lewatkan saja pemeriksaan media CD instalasi. Pilih Skip dengan menekan tombol Tab di kibor, lalu tekan Enter.
  3. Klik OK di layar 'Welcome to Oracle Linux'.
  4. Tentukan bahasa yang akan digunakan. Tekan tombol panah atas atau panah bawah untuk bernavigasi di antara pilihan. Tekan Enter atau Tab untuk memilih OK.
  5. Di layar 'Keyboard Selection', pilih tata letak (layout) kibor yang sesuai. Kecuali menggunakan kibor nonstandar, pilih us.
  6. Pilih Re-initialize untuk memformat ulang partisi yang akan digunakan. Perlu diperhatikan bahwa tindakan ini akan menghapus semua data sebelumnya yang ada di harddisk.
  7. Sesuaikan zona waktu dengan lokasi instalasi server. Indonesia saat ini masih menggunakan tiga zona waktu. Pilih Asia/Jakarta untuk WIB, Asia/Makassar untuk WITA, atau Asia/Jayapura untuk WIT.
  8. Ketik password untuk pengguna root sebanyak dua kali untuk memastikan tidak terjadi kesalahan ketik.
  9. Jika menggunakan komputer fisik (bukan virtual machine), maka pastikan tidak salah memilih partisi yang akan digunakan di bagian ini. Karena kita menggunakan virtual machine dan hanya ada satu harddisk, kita akan memilih 'Replace existing Linux System'.
  10. Pilih 'Write changes to disk' untuk konfirmasi bahwa kita akan memformat harddisk.
  11. Proses instalasi akan berlangsung selama beberapa puluh menit.
  12. Pilih Reboot untuk masuk ke sistem Oracle Linux yang baru selesai di-install.
  13. Selamat! Sekarang kita sudah memiliki server dengan sistem operasi Oracle Linux 6.2 yang siap dioprek.

Mengakses Database MySQL Dari Oracle Dengan Heterogeneous Service

Oracle Heterogeneous Services atau biasa disingkat Oracle HS saja merupakan salah satu fitur hebat yang dimiliki server database Oracle. Mengapa saya sebut hebat? Dengan Oracle Heterogeneous Services, kita dapat mengakses berbagai database eksternal non-Oracle langsung dari Oracle. Seolah-olah kita memiliki satu database saja. Kita juga tidak perlu lagi login satu per satu setiap layanan database yang kita miliki. Oracle Heterogeneous Services sangat cocok untuk menyatukan semua server database yang beraneka ragam.

Oracle Heterogeneous Services ini ada dua, Oracle Transparent Gateways dan Generic Connectivity. Server database yang dapat diakses cukup beragam, mulai dari MySQL, Sybase, PostgreSQL, dll. Di tutorial ini kita akan mencoba mengakses database MySQL dari Oracle dengan Generic Heterogeneous Services. Untuk itu kita sudah harus punya satu server Oracle XE (Express Edition) dan satu server MySQL yang sudah running dengan baik.

Keseluruhan konfigurasi akan dilakukan di server Oracle. Kita hanya butuh informasi username, password, database, dan alamat IP dari server MySQL yang akan diakses. Di server Oracle, kita harus memasang dukungan ODBC untuk MySQL. Driver-nya dapat diunduh dari mysql.com. Setelah driver MySQL ODBC dipasang, buat konfigurasi di /etc/odbc.ini sebagai berikut.
[MY_SQL]
DRIVER = /usr/lib/libmyodbc5.so
SERVER = 10.15.5.71
UID = username
PWD = password
DATABASE = my_database
PORT = 3306
Ganti 10.15.5.71 dengan alamat IP server MySQL, username dengan nama user MySQL, password dengan password user mysql, dan my_database dengan nama database mysql yang hendak diakses dari Oracle.

Tambahkan konfigurasi heterogeneous system untuk MySQL di /usr/lib/oracle/xe/app/oracle/product/10.2.0/server/hs/admin/initMYSQL_DB.ora.
HS_FDS_CONNECT_INFO = MY_SQL
HS_FDS_TRACE_LEVEL = OFF
HS_FDS_SHAREABLE_NAME = /usr/lib/libmyodbc5.so
Update konfigurasi listener Oracle di /usr/lib/oracle/xe/app/oracle/product/10.2.0/server/network/admin/listener.ora , dengan menambahkan entry untuk database MySQL.
SID_LIST_LISTENER =
  (SID_LIST =
    (SID_DESC =
      (SID_NAME = PLSExtProc)
      (ORACLE_HOME = /usr/lib/oracle/xe/app/oracle/product/10.2.0/server)
      (PROGRAM = extproc)
    )
    (SID_DESC =
      (SID_NAME = MYSQL_DB)
      (ORACLE_HOME = /usr/lib/oracle/xe/app/oracle/product/10.2.0/server)
      (PROGRAM = hsodbc)
    )
  )

LISTENER =
  (DESCRIPTION_LIST =
    (DESCRIPTION =
      (ADDRESS = (PROTOCOL = IPC)(KEY = EXTPROC_FOR_XE))
      (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = localhost)(PORT = 1521))
    )
    (DESCRIPTION =
      (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = localhost)(PORT = 1521))
    )
  )
Kemudian update konfigurasi tnsnames Oracle, dengan menambahkan untuk MySQL. Konfigurasi ini dapat ditemukan di /usr/lib/oracle/xe/app/oracle/product/10.2.0/server/network/admin/tnsnames.ora.
MYSQL_DB =
  (DESCRIPTION =
    (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = localhost)(PORT = 1521))
    (CONNECT_DATA =
      (SID = MYSQL_DB)
    )
    (HS = OK)
  )
Reload listener Oracle untuk memperbarui konfigurasi yang baru kita tambahkan.
lsnrctl reload
Login ke server Oracle, buat database link ke MySQL, lalu tes query ke salah satu tabel di database MySQL.
sqlplus / as sysdba
create database link mysql connect to "username" identified by "password" using 'MYSQL_DB';
select * from m_kota@mysql