Install PHPVirtualBox di Linux Debian Wheezy

Sebenarnya VirtualBox sudah menyediakan antarmuka berbasis GUI yang sangat baik untuk pengaturan virtual machine. Namun kita pasti akan kerepotan kalau menginstall VirtualBox di server yang harus di-remote dan tanpa lingkungan desktop (kebanyakan server seperti itu). Mengapa? Karena GUI console VirtualBox belum punya fitur remote access. Salah satu solusinya kita dapat menginstall PHPVirtualBox di server yang menjalankan VirtualBox. PHPVirtualBox sesuai namanya dibangun menggunakan bahasa PHP dan Ajax. Ia merupakan antarmuka berbasis web yang memanfaatkan API vboxweb-service milik VirtualBox, sehingga dapat diakses dari mana saja. Instalasi PHPVirtualBox sama seperti aplikasi berbasis web lainnya yang dibangun di atas bahasa PHP. Aplikasi ini membutuhkan server web Apache dan PHP, jadi pastikan dulu keduanya sudah terpasang di server yang akan dipasangi PHPVirtualBox. Versi terbaru PHPVirtualBox pada saat tulisan ini dibuat adalah 4.1.7 yang cocok dengan VirtualBox versi 4.1.x. Kode sumbernya dapat diunduh dari code.google.com. Letakkan kode sumber ini di direktori root web server, di Debian atau Ubuntu biasanya adalah /var/www.
su
cd /var/www
wget https://phpvirtualbox.googlecode.com/files/phpvirtualbox-4.1-7.zip
Ekstrak berkas hasil unduh di /var/www dan rename menjadi phpvirtualbox supaya alamat URL nantinya lebih mudah dituliskan di browser.
unzip phpvirtualbox-4.1-7.zip
mv phpvirtualbox-4.1-7 phpvirtualbox
Sekarang rename juga config.php-example menjadi config.php
cd phpvirtualbox
mv config.php-example config.php
Kita perlu menyesuaikan sedikit konfigurasi di berkas config.php. Buka berkas ini menggunakan editor teks, lalu ubah nilai dari dua parameter berikut.
var $username = 'vbox';
var $password = 'pass';
Ganti vbox dengan nama user yang nantinya akan dimasukkan di berkas /etc/default/virtualbox, dan pass dengan password dari user tersebut.
Selanjutnya, buat berkas  /etc/default/virtualbox dengan isi (ganti vbox dengan nama user yang ada di sistem, bisa juga dengan membuat user khusus dengan username vbox):
VBOXWEB_USER=vbox
Akses PHPVirtualBox menggunakan browser dengan memasukkan alamat http://localhost/phpvirtualbox, seharusnya kita akan dihadapkan dialog login:
Ketikkan admin di masukan username dan admin di masukan password, lalu klik Log in. Tampilan PHPVirtualBox yang sangat mirip dengan VirtualBox GUI.
Dari jendela di atas, kita dapat melihat status dari server dengan cara mengklik ikon VirtualBox di panel sebelah kiri.
Kita juga dapat membuat virtual machine baru, menghidupkan virtual machine, mengubah konfigurasi virtual machine, melihat status virtual machine, dll.
Bagaimana PHPVirtualBox ini?

Mencoba Gnome 3, MGSE, dan MATE di Linux Mint 12

Sebenarnya Linux Mint 12 dengan nama kode Lisa sudah dirilis sejak November tahun lalu tapi tak ada salahnya juga kalau baru mencobanya sekarang. Apalagi di tengah menurunnya popularitas Ubuntu, Linux Mint sepertinya tampil menjadi idola baru para pengguna Linux. Salah satu alasan semakin populernya Linux Mint tidak lepas dari keputusan pengembangnya untuk mempertahankan antarmuka Gnome 2.x yang dianggap klasik dengan tetap mengadopsi Gnome 3 dengan antarmuka shell. Di rilis ke-12, Linux Mint menyertakan beberapa fitur unggulan untuk mengakomodasi kebutuhan user yang kelihatannya kurang cocok dengan Gnome Shell.
Fitur-fitur baru yang disertakan di Linux Mint 12 di antaranya:
Proses instalasi kelihatannya juga mendapatkan polesan yang cukup baik. Dengan memilih opsi partisi harddisk secara otomatis, total langkah instalasi hanya tujuh tahap. Dan sebelum mencoba Gnome 3, MGSE, dan MATE, proses instalasi inilah point pertama review di artikel ini.
  1. Klik ikon Install Linux Mint di desktop untuk memulai instalasi. Tahap pertama pilih bahasa yang akan digunakan, klik Continue untuk melanjutkan.
  2. Kebutuhan minimum ruang kosong untuk instalasi Linux Mint sebesar 6 GB. Jaringan sengaja diputuskan supaya tidak memperlambat instalasi.Klik Continue untuk melanjutkan.
  3. Untuk alasan kecepatan, partisi akan dilakukan otomatis. Pilihan yang digunakan 'Erase disk and install Linux Mint'. Jika sudah ada data dan sistem operasi lain di harddisk, jangan menggunakan pilihan ini. Lanjut dengan klik Continue.
  4. Jika harddisk di PC/laptop hanya ada satu, langsung saja lanjut dari sini. Sebaliknya, pilih salah satu harddisk yang akan digunakan. Lalu klik Continue.
  5. Bagian ini cukup menarik, ketika proses salin dari DVD/CD ke harddisk sedang berlangsung, user tetap bisa melakukan konfigurasi. Salah satunya konfigurasi zona waktu. Sayangnya hanya berhenti sampai di sini, akan lebih menarik kalau konfigurasi lain bisa dilakukan selama user menunggu proses salin.
  6. Pilih keyboard layout. Klik Continue untuk melanjutkan.
  7. Konfigurasi terakhir sebelum proses instalasi dimulai, tentukan hostname, username dan password untuk sistem baru ini. Klik Continue untuk melanjutkan instalasi.
  8. Proses instalasi akan memakan waktu hingga setengah jam.
  9. Klik Restart Now untuk menyelesaikan instalasi dan me-restart komputer ke Linux Mint 12.
Saat pengguna log in untuk kali pertama, Linux Mint 12 akan menampilkan 'Welcome Screen' berisi dokumentasi, panduan pengguna, tutorial, tautan ke catatan rilis, forum, dll.
Pilihan desktop environment yand disediakan di versi DVD cukup beragam, mulai dari Gnome 3, Gnome Classic, hingga MATE yang masih berstatus eksperimen.
MATE adalah Gnome 2 yang di-fork dengan kompatibilitas dengan Gnome 3. Antarmuka yang ditawarkan persis seperti Linux Mint versi sebelumnya.
Tampilan Gnome 3 dan Gnome Classic di Linux Mint 12 kelihatannya sangat persis. Gnome 3 yang dipakai Linux Mint memang berbeda dengan Gnome 3 di distro Linux lainnya. Alih-alih menggunakan Gnome Shell, developer Linux Mint menyediakan Mint Gnome Shell Extension (MGSE) untuk mempermak tampilan Gnome 3 menjadi mirip Gnome 2.
Melihat penampilah Linux Mint yang semakin ciamik tidak salah kalau popularitas Ubuntu, setidaknya di DistroWatch, sudah tertinggal.

Error PHP Ketika Dijalankan Dengan Module moduserdir

Ada yang aneh ketika saya mencoba menjalankan script PHP di direktori ~/public_html, browser selalu berusaha untuk mengunduh script yang sedang dipanggil alih-alih menampilkannya di browser. Padahal ketika script yang sama diletakkan di /var/www tidak ada masalah. Seharusnya ini artinya dukungan PHP untuk web server Apache belum dipasang, namun karena script PHP sudah terbukti berjalan berarti ada sesuatu yang salah dengan moduserdir. Sebagi informasi, moduserdir adalah modul apache yang memungkinkan user di sistem dapat memiliki berkas-berkas html/php sendiri yang diletakkan di public_html di direktori home masing-masing.
Setelah mentok mencari-cari konfigurasi yang berkaitan dengan hal ini di /etc/apache2, saya menyerah dan memutuskan untuk Googling saja. Dan tak butuh waktu lama, ketemu juga jawabannya di Forum Ubuntu. Ternyata di Debian dan Ubuntu, PHP memang tidak diperbolehkan untuk berjalan dengan moduserdir. Jika memang membutuhkannya maka kita harus mengubah konfigurasinya yang tedapat di /etc/apache2/mods-available/php5.conf. Pastikan untuk memagari baris berikut:

<IfModule mod_userdir.c>
    <Directory /home/*/public_html>
        php_admin_value engine Off
    </Directory>
</IfModule>
Sehingga isi dari /etc/apache2/mods-available/php5.conf menjadi seperti ini:

<IfModule mod_php5.c>
    <FilesMatch "\.ph(p3?|tml)$">
        SetHandler application/x-httpd-php
    </FilesMatch>
    <FilesMatch "\.phps$">
        SetHandler application/x-httpd-php-source
    </FilesMatch>
    # To re-enable php in user directories comment the following lines
    # (from <IfModule ...> to </IfModule>.) Do NOT set it to On as it
    # prevents .htaccess files from disabling it.
    #<IfModule mod_userdir.c>
    #    <Directory /home/*/public_html>
    #        php_admin_value engine Off
    #    </Directory>
    #</IfModule>
</IfModule>
Jangan lupa untuk merestart Apache untuk mengaktifkan konfigurasi baru ini.
service apache2 force-reload
 Problem solved!

Setting VirtualBox: No Host-only Network Adapter Selected

Host-only networking merupakan mode jaringan yang ditambahkan ke Virtualbox mulai dari versi 2.2. Host-only networking bisa dikatakan gabungan dari mode bridged networking dan internal networking. Sama seperti mode bridged networking, semua virtual machine yang terhubung ke host-only networking dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. Mesin-mesin virtual pada mode host-only networking juga dapat berkomunikasi dengan mesin host seolah-olah saling terhubung pada satu switch. Host-only networking sama seperti internal networking tidak membutuhkan adapter ethernet fisik. Segabai gantinya Virtualbox akan membuat ethernet adapter secara virtual. Virtual adapter ini nantinya akan digunakan untuk menghubungkan mesin host yang menjalankan Virtualbox dan semua virtual machine yang menggunakan jaringan mode host-only networking.
Di Virtualbox versi 4.1.8 konfigurasi jaringan mode host-only networking tidak dapat langsung digunakan. Sepertinya Oracle melakukan sedikit perubahan sehingga ketika pengguna memilih host-only networking di menu Settings bagian Networking tampil pesan error, On the Network: Adapter 1 page, no host-only network adapter is selected.
Ternyata sebelum dapat menggunakan mode host-only networking, virtual adapter yang nantinya digunakan untuk menghubungkan host dengan guest harus dibuat secara manual. Caranya, klik menu File->Preferences di jendela utama Virtualbox atau tekan kombinasi Ctrl+G di kibor.
Di jendela Virtualbox-Settings masuk ke bagian Network, lalu klik ikon bergambar ethernet card dengan tanda tambah berwarna hijau untuk menambahkan virtual ethernet baru. Sekarang sebuah virtual ethernet baru dengan nama vboxnet0 sudah ditambahkan.
Pengaturan virtual ethernet vboxnet0 yang baru saja ditambahkan juga dapat dilakukan dari jendela ini. Cukup pilih vboxnet0 lalu klik tombol dengan ikon obeng berwarna kuning.
Ada dua konfigurasi yang dapat diatur untuk vboxnet0, yang pertama alamat IP seperti terlihat pada gambar di atas. Nantinya IP yang diberikan ke virtual machine juga harus dalam satu subnet yang sama dengan pengaturan di sini.
Di konfigurasi kedua ada opsi untuk mengaktifkan DHCP Server. Jika opsi ini diaktifkan maka nantinya di guest virtual machine yang terinstal di Virtualbox tidak harus diberikan alamat IP secara manual.
Setelah semua pengaturan di atas selesai barulah mode jaringan host-only networking dapat diterapkan pada guest virtual machine tanpa error.
Seperti tampak pada gambar di atas, vboxnet0 akan terhubung ke virtual machine pada mode host-only network.

Tutorial Hacking: Privilege Escalation Menggunakan Exploit Lokal Mempodipper di Linux 2.6.39

Menurut Wikipedia: Exploit adalah sebuah kode yang menyerang keamanan komputer secara spesifik. Exploit banyak digunakan untuk penentrasi baik secara legal ataupun ilegal untuk mencari kelemahan (Vulnerability) pada komputer tujuan. Exploit biasanya terkait dengan bug (kesalahan pemrograman) yang  terdapat di kode penyusun sebuah perangkat lunak.
Exploit terkadang bisa dijalankan secara remote tanpa harus mengakses terlebih dulu ke mesin target. Namun ada juga exploit yang hanya dapat digunakan setelah pelaku log in ke mesin target. Exploit jenis kedua banyak dimanfaatkan untuk melakukan privilige escalation di sistem yang telah dilumpuhkan. Gunanya tentu saja mendapatkan akses lebih tinggi, misalnya root. Baru-baru ini ada satu bug yang ditemukan di kernel Linux >= 2.6.39 yang memungkinkan seorang peretas mendapatkan akses root setelah mendapatkan akses user biasa ke sistem. Informasi detail mengenai bug ini didokumentasikan di CVE-2012-0056. Linus sendiri telah mengeluarkan patch untuk bug ini yang segera diikuti oleh distro besar seperti RedHat, Debian, dan Ubuntu. Ada baiknya segera melakukan update kernel di server untuk menutup lubang akibat bug ini.
Untuk menguji apakah mesin server yang dikelola rentan terhadap bug ini dapat menggunakan proof of concept yang ditulis oleh seorang hacker yang menggunakan nick zx2c4. Di blognya dia membahas dengan lengkap bagaimana bug ini dieksploitasi. Exploit yang ia beri nama Mempodipper ini dapat diunduh dari repositori git. Kode yang ditulis dalam bahasa C ini harus dikompilasi sebelum dijalankan, namun sebelumnya cek dulu user yang digunakan untuk memastikan exploit bekerja.

whoami
Dan hasilnya user yang log in saat ini user biasa.

Kompilasi dan jalankan Mempodipper untuk melakukan privilege escalation.
gcc mempodipper.c -o exploit ./exploit whoami
Abrakadabra, sekarang user biasa tadi sudah berubah menjadi root alias super user.
Dengan menjadi root apapun bisa dilakukan. So, segera lakukan update sebelum terjadi apa-apa, sebelum ada serangan yang dapat membahayakan. Oh ya, konon exploit ini tidak berlaku untuk distro Gentoo karena pengembangnya menggunakan sys-apps/shadow dari http://pkg-shadow.alioth.debian.org

Tutorial VirtualBox: Membuat Virtual Machine Baru

Setelah instalasi VirtualBox selesai, kita sudah bisa mulai menggunakannya untuk membuat berbagai macam server atau desktop sebagai virtual machine. Dengan cara seperti ini, seseorang dapat memiliki banyak komputer yang bisa digunakan sebagai lab pribadi tanpa harus memiliki banyak PC/laptop. VirtualBox menyediakan dukungan yang cukup lengkap untuk sistem operasi yang dapat diinstall sebagai guest virtual machine, mulai dari Windows, Solaris/OpenSolaris, Linux, BSD/FreeBSD, IBM OS/2, hingga Mac OS X.
Membuat virtual machine di VirtualBox dapat dilakukan menggunakan antar muka berbasis perintah dan antarmuka grafis (GUI, Graphical User Interface). Dalam tutorial ini akan dibahas bagaimana mudahnya membuat virtual machine baru di Virtual Box, seperti dipaparkan dalam tutorial step by step membuat virtual machine berikut.
  1. Dari jendela utama VirtualBox klik ikon begambar matahari biru dengan tulisan New pada jajaran toolbar untuk membuka dialog wizard pembuatan virtual machine baru. Klik Next untuk melanjutkan.
  2. Isikan nama dari virtual machine yang akan dibuat, sebaiknya gunakan nama yang membari gambaran tentang kegunaan virtual machine ini. Misalnya saja dalam tutorial ini digunakan nama Proxmox karena nantinya akan diinstall Proxmox VE. Tentukan juga jenis sistem operasi dan versi, sesuaikan dengan sistem yang nantinya dipasang di virtual machine ini.
  3. Sesuaikan ukuran memori RAM yang akan diberikan ke virtual machine, untuk Linux server tanpa GUI biasanya 256 MB sudah cukup. Tapi ini juga bergantung pada aplikasi apa saja yang nantinya diinstall dan banyaknya memori RAM pada PC/laptop yang digunakan.
  4. Karena ini virtual machine baru, perlu dibuatkan harddisk baru. Bisa juga menggunakan harddisk yang sebelumnya sudah dibuat jika ada. Klik Next untuk memulai wizard pembuatan harddisk baru.
  5. Di jendela pertama pembuatan harddisk, pilih VDI (Virtual Disk Image). Ini adalah format harddisk standar di VirtualBox. Klik Next untuk melanjutkan.
  6. Di dialog Virtual disk storage details, pilih Dynamically allocated supaya harddisk virtual yang akan dibuat VirtualBox tidak langsung menghabiskan ruang kosong sebanyak yang dialokasikan tetapi akan bertumbuh secara dinamis sesuai dengan penggunaan.
  7. Tentukan besarnya ukuran harddisk untuk virtual machine baru ini.
  8. Tinjau kembali pengaturan virtual storage yang akan dibuat, klik Back untuk menyesuaikan pengaturan atau klik Create untuk menyetujui pembuatan harddisk baru.
  9. Sekarang kembali lagi ke dialog Create New Virtual Machine di VirtualBox. Klik Back untuk menyesuaikan pengaturan yang kurang pas, atau klik Create untuk membuat virtual machine.
  10. Pembuatan virtual machine di VirtualBox selesai. Namun virtual machine baru ini masih belum bisa digunakan karena masih harus diinstall sistem operasinya.

Install Proxmox VE, Framework Virtualisasi Terintegrasi

Sering merasa kerepotan ketika harus melakukan deployment solusi virtual machine berbasis free/open source? Harus diakui memang salah satu kelemahan solusi virtualisasi berbasis free/open source dibanding solusi sejenis yang propietary adalah ketiadaan perangkat lunak berbasis GUI atau web untuk melakukan deployment dan manajemen. Seorang sysadmin harus mahir menggunakan antarmuka baris perintah (command line interface). Kelemahan inilah yang coba ditutupi Proxmox VE, sebuah framework virtualisasi yang sangat mudah digunakan.
Dalam tutorial ini, kita akan mencoba melihat bagaimana mudahnya melakukan install Proxmox VE. Installer Proxmox VE versi terbaru dapat diunduh secara gratis di Proxmox.com resmi Proxmox. Rilis terbaru ketika tulisan ini dibuat memiliki nomor versi 1.9. Perlu diperhatikan bahwa Proxmox VE tidak menyediakan pilihan untuk pembagian partisi. Pembuatan partisi akan ditangani secara otomatis dan harddisk yang digunakan diformat total. Backup dulu data sebelum memulai instalasi Proxmox VE atau gunakan Instalasi Virtualbox jika hanya sekedar coba-coba dan belajar.
Berikut adalah step by step instalasi Proxmox VE.

  1. Atur BIOS supaya boot lewat CD-ROM bukan harddisk, karena kita menggunakan media CD. Di layar boot loader tekan saja enter untuk melanjutkan.
  2. Pilih 'Agree' di layar lisensi, Proxmox VE sendiri menggunakan lisensi GNU GPL versi 2.
  3. Pada tahap ini pastikan kembali target harddisk yang akan digunakan, jika sudah yakin klik Next untuk melanjutkan instalasi Proxmox VE.
  4. Di layar pengaruran Location and Time Zone, pilih Indonesia dan zona waktu yang sesuai. Klik Next untuk melanjutkan instalasi Proxmox VE.
  5. Selanjutnya tentukan password dan email untuk pengguna root yang nantinya akan digunakan untuk mengatur server virtualisasi Proxmox VE ini.
  6. Kemudian lakukan pengaturan nama host, alamat IP, default gateway, dan DNS untuk server Proxmox VE.
  7. Instalasi Proxmox VE membutuhkan waktu yang cukup lama. Di akhir instalasi instalasi klik Reboot untuk masuk ke sistem Proxmox VE yang baru saja diinstall.
Instalasi selesai, kini pengelolaan server virtualisasi Proxmox VE dapat dilakukan lewat browser web dengan megakses alamat IP yang ditetapkan pada langkah instalasi. Selamat bervirtualisasi.

Tutorial Hacking: Install Metasploit Framework di Debian Linux

Bagi para penetration tester atau pentester, aplikasi Metasploit Framework pastilah sudah tidak asing lagi. Sejak kehadirannya, Metasploit Framework atau biasa disebut Metasploit saja sudah menjadi salah satu perangkat lunak hacking paling banyak digunakan. Selain menyediakan framework yang terintegrasi untuk setiap tahapan hacking, Metasploit juga hadir dengan exploit dengan jumlah yang sangat banyak untuk berbagai platform sistem operasi dan software. Bahkan kini Metasploit telah berkembang menjadi aplikasi untuk para profesional IT security dan hacking.

Untuk melakukan Install Metasploit Framework di platform Debian Linux juga kini semakin mudah karena para pengembang aplikasi ini sudah menyediakan installer berbasis GUI. Berkas untuk instalasi Metasploit dapat diunduh di situs resmi Metasploit. Installer metasploit-latest-linux-x64-installer.run tersebut harus dijalankan dari terminal. Tapi sebelumnya kita harus mengubah permisinya menjadi executable.
chmod +x metasploit-latest-linux-x64-installer.run
Sebagai user root, jalankan installer Metasploit dari terminal
./metasploit-latest-linux-x64-installer.run
Langkah selanjutnya kita tinggal mengikuti wizard yang digunakan installer Metasploit.
Klik forward untuk melanjutkan instalasi Metasploit.
Pilih 'I accept the agreement' dan klik forward.

Tentukan lokasi instalasi, default installasi Metasploit akan diletakkan di /opt/metasploit-4.1.4, klik forward untuk melanjutkan.

Tentukan apakah Metasploit akan dijalankan secara otomatis ketika sistem operasi dihidupkan. Klik forward.

Masukkan nomor port di mana service Metasploit akan dijalankan. Lanjutkan dengan klik forward.

Tahap berikutnya Metasploit akan menggenerate SSL Certificate, untuk itu masukkan nama domain mesin laptop/PC yang digunakan dan jumlah hari untuk masa berlaku sertifikat.

Jika laptop/PC yang digunakan untuk install Metasploit selalu tersambung dengan internet sebaiknya pilih Automatic Update.

Proses konfigurasi instalasi selesai, klik forward untuk memulai instalasi.

Proses instalasi Metasploit sedang berlangsung, tunggulah beberap saat sehingga proses ini selesai.

Intalasi Metasploit Framework selesai dan siap digunakan untuk hacking.

Install VirtualBox 4.1 di Debian Linux

VirtualBox merupakan software virtualisasi desktop paling populer saat ini. Perangkat lunak yang pada awalnya dibuat Innotek GmbH ini memang terkenal dengan kemudahan penggunaannya. Tidak seperti software virtualisasi server seperti VMWare atau Xen yang membutuhkan kemampuan khusus setingkat syadmin, VirtualBox sangat mengutamakan kemudahan penggunaan. VirtualBox mengandalkan kemudahan pembuatan mesin virtual dengan tampilan GUI yang sangat mudah dipahami oleh pemula sekalipun. Dukungan platform yang disediakan juga sangat lengkap, mulai dari Windows, Linux, Max OSX, hingga Solaris/OpenSolaris.

Di Debian sendiri sebenarnya sudah menyediakan VirtualBox OSE (Open Source Edition) di repositori sehingga untuk instalasinya sangat mudah sekali, cukup dengan menjalankan perintah:
aptitude install virtualbox-ose
sebagai pengguna root.
Selain menggunakan VirtualBox OSE, pengguna Debian juga punya pilihan untuk melakukan instalasi menggunakan installer yang disediakan oleh Oracle tanpa embel-embel OSE. Ada sedikit perbedaan yang tidak terlalu mencolok antara dua versi VirtualBox ini, misalnya saja pengaktifan modul USB di VirtualBox dari Oracle tanpa embel-embel OSE akan lebih mudah dibandingkan dengan VirtualBox dari repo Debian. Setelah mengunduh installer VirtualBox dari tautan ini, lakukan instalasi dengan perintah berikut.
aptitude install libqtgui4 libqt4-network libqt4-opengl
dpkg -i virtualbox-4.1_4.1.8-75467~Debian~squeeze_amd64.deb
Perintah pertama itu untuk memasang perangkat dependensi yang dibutuhkan oleh VirtualBox, barulah di perintah kedua kita benar-benar melakukan instalasi VirtualBox 4.1. Kemudian jalankan VirtualBox yang baru saja kita install menggunakan menggunakan perintah:
virtualbox
VirtualBox siap untuk dioprek.

Error Google Earth 6.2 di Debian Linux 64 bit

Google Earth mungkin menjadi salah satu aplikasi favorit dari sekian banyak aplikasi yang dibagikan secara gratis oleh Google. Aplikasi ini menampilkan bentuk bola bumi lengkap dengan isinya yang dapat dijelajah dalam bentuk tiga dimensi atau 3D. Rilis terbaru Google Earth sudah mencapai versi 6.2. Dukungan platform yang disediakan cukup lengkap, mulai dari Windows, Mac, hingga Linux, 32 bit maupun 64 bit. Installernya dapat diunduh (download) dari situs Google Earth. Untuk distro Linux Debian dan turunannya (Ubuntu, BlankOn, dll) Google sudah menyediakan installer berbentuk paket deb yang dapat langsung dipasang menggunakan sistem instalasi milik Debian, yaitu dpkg.

Karena sudah disediakan sebagai paket .deb maka instalasi Google Earth di Debian Linux menjadi sangat mudah, cukup dengan menjalankan perintah berikut dari terminal:
su
cd Downloads
dpkg -i google-earth-stable_current_amd64.deb
Sebelumnya jangan lupa dulu untuk memasang paket lsb-core dan ia32-libs dari repo Debian. Sayang sekali setelah instalasi selesai dilakukan dan bejalan dengan lancar, ada error pada saat menjalankan Google Earth sehingga aplikasi ini sama sekali tidak berfungsi. Ketika dijalankan dari terminal, berikut ini error yang muncul:
Google Earth has caught signal 11.
We apologize for the inconvenience, but Google Earth has crashed.

 This is a bug in the program, and should never happen under normal
 circumstances. A bug report and debugging data have been written
 to this text file:

/home/rotyyu/.googleearth/crashlogs/crashlog-4f24dfb3.txt

Please include this file if you submit a bug report to Google.
Isi dari berkas dimaksud dalam error tersebut:
Major Version 6
Minor Version 2
Build Number 0000
Build Date Jan 23 2012
Build Time 17:11:07
OS Type 3
OS Major Version 3
OS Minor Version 1
OS Build Version 0
OS Patch Version 0
Crash Signal 11
Crash Time 1327816627
Up Time 0.015741

Stacktrace from glibc:
./libgoogleearth_free.so(+0xc0af3)[0xf7673af3]
./libgoogleearth_free.so(+0xc0c73)[0xf7673c73]
[0xf76e5400]
./libbase.so(_ZN5earth15GfxCardInfoUnixC1Ev+0x4a)[0xf4fcd61a]
./libbase.so(_ZN5earth11GfxCardInfo12GetSingletonEv+0x44)[0xf4fcd664]
./libgoogleearth_free.so(_ZN5earth6client11Application3runEv+0x2e)[0xf768152e]
./libgoogleearth_free.so(+0xbf5cb)[0xf76725cb]
./libgoogleearth_free.so(earthmain+0x249)[0xf7673729]
./googleearth-bin[0x804878b]
/lib32/libc.so.6(__libc_start_main+0xe6)[0xf51cfe46]
./googleearth-bin[0x80486d1]
Hingga saat ini saya belum menemukan solusi untuk error ini. Mungkin ada rekan-rekan yang sempat menghadapi error ini dan sudah menyelesaikannya?