Linux Basic Command Line: Manajemen Proses

Di Linux, setiap program merupakan proses. Proses dapat diciptakan dan dapat pula dimusnahkan. Ketika sistem operasi GNU/Linux pertama kali diaktifkan, saat itu pula proses yang bertanggung jawab  untuk memuat kernel diciptakan. Proses yang pertama kali diciptakan di Linux disebut init. Konsep proses di Linux memiliki kemiripan dengan konsep file permission. Dalam pengertian setiap user hanya dapat memanipulasi proses yang menjadi miliknya. Setiap proses juga memiliki PID atau Process ID yang merupakan nomor unik yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan proses bersangkutan.

Trik Menampilkan Lirik Lagu di Rhythmbox

Dunia tanpa lagu itu ibarat garam tanpa sayur, rasanya hambar. Lagu dan musik memang mampu memberikan warna tersendiri pada kehidupan manusia. Tak terkecuali para Linuxer pastinya juga senang mendengarkan lagu-lagu lewat MP3 di laptop maupun PC. Salah satu MP3 player yang cukup populer di distro-distro Linux, terutama yang menggunakan desktop Gnome, adalah Rhythmbox. Walaupun banyak yang menggunakannya, namun tak banyak yang tahu kalau Rhythmbox juga bisa menampilkan lirik MP3 yang sedang dimainkan.

6 Software Digital Music Paling Top di Linux

Seiring dengan popularitas sistem operasi GNU/Linux yang semakin meningkat di dunia PC desktop, penggunaannya kini tak lagi didominasi oleh para hacker dan geek. Kehadiran berbagai aplikasi penunjang aktivitas yang kian lengkap pun stabil mendukung banyak pengguna awam berani menjajal distro-distro populer yang terkenal akan kemudahaannya. Profesi seperti fotografer, disainer grafis, sampai musisi pun sudah didukung dengan baik oleh Linux. Bahkan ada distro khusus seperti Ubuntu Studio yang berusaha mengakomodasi pengguna-pengguna yang bergelut di dunia kreatif.

Linux Basic Command Line: Memanipulasi File Permission

Setelah sebelumnya kita belajar perintah dasar (basic command line) dan konsep hak akses (file permission) di Linux, sekarang mari melanjutkan dengan topik yang lain. Di artikel ini saya akan mencoba menjelaskan bagaimana melakukan manipulasi file permission. Biasanya kita perlu menyesuaikan hak akses terhadap suatu file/direktori agar hanya dapat diubah oleh user tertentu saja. Kita juga dapat mengatur agar suatu file dapat diubah oleh sekumpulan user yang tergabung dalam suatu grup.

Menjadi DJ Digital Menggunakan Mixxx di Ubuntu

House music dan genre musik jeb-ajeb lainnya sepertinya sudah menjadi trade mark bagi anak gaul masa kini. Profesi DJ (deejay, Disc Jockey) pun semakin digemari banyak orang. Pekerjaan yang dulunya identik dengan diskotik maupun dunia malam tersebut kini sudah berubah citranya. DJ kini tak lagi dipandang sebelah mata sebagai pekerjaan yang selalu berhubungan dengan dunia malam, minuman keras, obat terlarang, atau pergaulan bebas. Bahkan DJ kini dianggap suatu pekerjaan yang keren. Penampilannya pun kini tak melulu di club lagi, sudah banyak acara outdoor yang menggunakan jasa DJ untuk menghibur pemirsanya.

Setting Modem AHA Menggunakan wvdial di Ubuntu

Walaupun Network Manager di Ubuntu sudah memiliki kemampuan yang mumpuni untuk berurusan dengan koneksi modem, terkadang saya tetap memilih untuk menggunakan terminal untuk tersambung ke Internet. Alasannya sederhana, menggunakan terminal itu jauh lebih praktis dari pada harus klik beberapa kali dengan mouse. Lagi pula dengan menggunakan terminal, seorang lelaki itu akan terlihat lebih jantan. Boleh percaya, boleh tidak. Kalau mau buktinya, silakan dicoba sendiri ya :-)

Linux Basic Command Line: Konsep File Permission

Salah satu perbedaan yang paling mencolok antara Linux dan Windows adalah konsep file permission yang sangat ketat di Linux (maupun sistem operasi keluarga Unix lainnya). Hal ini sering kali menimbulkan kebingungan bagi pengguna yang baru berpindah dari Windows. Sebenarnya konsep file permission itu sangat sederhana. Ia mengatur mana file yang menjadi milik kita, milik user A, milik grup programer, atau milik root, dll. Ia juga mengatur apakah suatu file dapat kita baca, tulis, atau eksekusi saja atau kombinasi dari ketiganya.

Linux Basic Command Line: Memanipulasi Direktori dan File

Basic command line atau perintah dasar Linux merupakan sekumpulan program-program yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan sistem melalui shell. Distro-distro Linux modern pada umumnya sudah menyertakan antarmuka berbasis grafis atau GUI (Graphical User Interface) untuk memudahkan user. Namun belajar menggunakan perintah dasar Linux dapat sangat bermanfaat untuk mengerti sistem lebih baik. Seorang sysadmin juga wajib menguasai berbagai perintah dasar Linux karena pada umumnya server menggunakan antarmuka berbasis teks atau CLI (Command Line Interface).

Cara Mudah Instalasi Rawstudio di Ubuntu Linux

Sebagai seorang fotografer pemula dan Linuxer, saya sering sekali mengalami kesulitan untuk mengolah gambar yang saya potret dalam bentuk RAW image. Hal ini terutama karena saya masih menggunakan Ubuntu 10.04 yang sudah cukup uzur. Distro ini sebenarnya datang dengan Shotwell photo manager. Sayangnya di versi Ubuntu 10.04 belum mampu melakukan editing RAW image. Saya sempat mencoba GIMP dengan plugin UFRAW namun hasilnya sangat buruk karena image yang dimuat hanya separuhnya.

Tutorial Instalasi Openfiler Unified Storage

Openfiler adalah salah satu distro GNU/Linux yang khusus dibuat untuk urusan storage. Hadir dengan frontend berbasis web yang akan mempermudah penggunaannya. Berbagai fitur storage ditanamkan ke distro Openfiler. Beberapa di antaranya adalah CIFS, NFS, iSCSI, fibre channel, dll. Distro ini akan sangat membantu dalam urusan pengaturan storage di lingkungan virtualisasi seperti Xen dan KVM. Distro yang dikembangkan dengan basis CentOS ini juga datang dengan installer berbasis GUI yang sangat mudah digunakan.

Berikut ini adalah step by step instalasi Openfiler:

  1. Download installer Openfiler dari situs resminya.
  2. Atur boot priority di BIOS ke CD-ROM, lalu boot PC dengan CD installer Openfiler.
  3. Di menu boot tekan Enter untuk melanjutkan.
  4. Pilih skip di tampilan konfirmasi untuk memeriksa CD instalasi.
  5. Klik Next untuk melanjutkan.
  6. Pilih konfigurasi keyboard untuk Indonesia kebanyakan menggunakan U.S. English. Lanjutkan dengan klik Next.
  7. Ada dua pilihan untuk membuat partisi, otomatis atau manual. Pilihan otomatis akan menyerahkan sepenuhnya pada installer Openfiler. Pilihan manual akan meberikan kita kebebasan membuat partisi. Klik Next untuk melanjutkan.
  8. Openfiler membutuhkan minimal tiga partisi untuk /boot, /, dan swap. Buatlah tiga partisi di harddisk server dan kaitkan masing-masing dengan partisi di atas. Klik Next untuk melanjutkan.
  9. Jika RAM di server yang dipasang Openfiler tidak banyak, installer akan meminta persetujuan untuk mengaktifkan swap saat itu juga. Pilih Yes untuk menyetujui.
  10. Berikutnya adalah konfigurasi jaringan untuk server Openfiler. Secara default Openfiler menggunakan konfigurasi DHCP. Untuk mengubahnya pilih ethernet yang digunakan lalu klik Edit.
  11. Nonaktifkan pilihan DHCP pada jendela yang muncul. Kemudian isikan alamat IP untuk ethernet terpilih. Klik OK untuk kembali ke layar di langkah 10. Klik Next untuk melanjutkan.
  12. Pilih zona waktu yang sesuai dengan lokasi server. Klik Next untuk melanjutkan.
  13. Masukkan password untuk user root. Password ini nantinya akan digunakan untuk administrasi sistem. Klik Next untuk melanjutkan.
  14. Konfirmasi untuk melanjutkan instalasi dengan klik tombol Next.
  15. Instalasi akan berlangsung selama beberapa waktu.
  16. Reboot server di akhir instalasi untuk masuk ke sistem Openfiler yang baru dipasang.
Setelah instalasi selesai, kita dapat melanjutkan administrasi dengan login langsung menggunakan user root dan password yang kita tetapkan pada proses instalasi.

Antarmuka web untuk administrasi dapat diakses menggunakan URL https://10.10.10.253:446/ tentu saja dengan menyesuaikan alamat IP yang digunakan untuk server Openfiler.