Trik Mengatasi Error Proxmox: vzctl destroy Failed

Saya baru melakukan live migration virtual machine (VPS) dari node proxmox1 ke node proxmox2 setelah selesai melakukan konfigurasi cluster di Proxmox VE 2.3. Namun tiba-tiba di tengah pemindahan ini ada error yang mengakibatkan proses berhenti. Sepertinya migrasi tidak benar-benar gagal karena VPS yang dipindahkan sudah tidak terdaftar lagi di proxmox1, melainkan di proxmox2. Saya coba menjalankan virtual machine berbasis OpenVZ ini, tidak bisa. Saya coba pindahkan kembali ke proxmox1, tidak bisa juga.

Tutorial Proxmox: User, Group, Permission, Role, Dan Pool

Proxmox 2.3 mendukung beberapa metode manajemen user, di antaranya adalah LDAP, Active Diretory (AD), Linux PAM, dan Proxmox VE authentication server. LDAP dan AD membutuhkan server eksternal khusus untuk autentikasi. Sedangkan Linux PAM dan Proxmox VE authentication merupakan autentikasi internal. Konsep manajemen user ini memungkinkan kita untuk membuat user dan group lalu memberikan role dan permission untuk pengelolaan Proxmox VE. Kita juga dapat memberikan akses mengubah konfigurasi komponen seperti storage, VM, atau sistem ke user/group tertentu saja. Kita bahkan dapat membuat user/group yang hanya dapat melihat tapi tidak dapat mengubah konfigurasi.

Tutorial Proxmox: Live Migration Pada VPS OpenVZ

Salah satu keuntungan yang kita dapatkan setelah membuat HA cluster di Proxmox 2.3 adalah kemampuan untuk memindahkan VPS (Virtual Private Server) dari satu node ke node lain tanpa down time sama sekali. Fitur inilah yang biasa kita kenal sebagai online live migration. Bayangkan saja kalau kita hendak melakukan perawatan di salah satu server fisik yang dipasangi Proxmox yang mengharuskan mesin dimatikan, VPS yang ada di server tersebut dapat kita migrasikan ke server lain agar layanan di atasnya dapat berjalan dengan normal.

Tutorial Proxmox: Konfigurasi High Availability Cluster

High Availability (HA) sepertinya sudah menjadi satu keharusan untuk layanan infrastruktur IT masa kini. Itu suatu pertanda kalau IT semakin penting artinya untuk dunia bisnis saat ini. Berbagai upaya dan produk dihasilkan untuk mencapai ketersediaan layanan selama 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, dan 365 hari dalam setahun. Zero down time, begitu istilah yang sangat digilai para sysadmin dan pengelola data center. Salah satu solusi yang cukup banyak digunakan di level intfrastruktur untuk mencapai zero down time adalah cluster dengan fitur HA. Tutorial Ngoprek akan membahas bagaimana membuat HA cluster di Proxmox VE 2.3 dalam tutorial ini.

Tutorial Proxmox: Membuat VPS Berbasis KVM

KVM atau Kernel-based Virtual Machine merupakan pilihan virtualisasi model lain yang disediakan Proxmox 2.3 jika VPS OpenVZ tidak cocok untuk kebutuhan kita. KVM menyediakan dukungan sistem operasi guest yang lebih luas. Berbagai sistem operasi populer seperti Windows, Solaris, FreeBSD, Haiku, ReactOS, Plan9, dan Linux itu sendiri dapat berjalan dengan baik di atas KVM. Sayangnya untuk menjalankan KVM, CPU di host membutuhkan fitur khusus (Intel VT-X atau AMD-V). Namun hal ini tentu saja bukan halangan untuk mencoba membuat Virtual Private Server atau VPS berbasis KVM di Proxmox. Apalagi PC server masa kini kebanyakan sudah dilengkapi fitur virtualisasi.

Tutorial Proxmox: Membuat VPS Berbasis OpenVZ

OpenVZ pada dasarnya bukanlah virtualisasi, melainkan isolasi terhadap proses-proses yang berjalan di atas kernel sistem operasi. Itulah sebabnya kernel yang dijalankan selalu sama di semua sistem operasi guest maupun host. Konsep virtualisasi seperti ini biasa juga dikenal sebagai container, Virtual Environtment (VE), atau Virtual Private Server (VPS) sama seperti jail di FreeBSD. Salah satu kekurangan container adalah ia hanya dapat menjalankan sistem operasi yang sama dengan inangnya. VPS berbasis OpenVZ merupakan pilihan tepat jika kita membutuhkan virtual machine yang cepat dan efisien.

Tutorial Proxmox: Upload ISO Image dan Template OpenVZ

Kita membutuhkan dua bahan ini diunggah ke server Proxmox VE sebelum membuat virtual machine apapun, ISO dan template. Image ISO digunakan sebagai virtual CD-ROM untuk instalasi VPS berbasis KVM. Sedangkan template dibutuhkan untuk membuat VPS berbasis OpenVZ. Khusus untuk template OpenVZ, kita dapat mengunduhnya langsung dari web administrasi Proxmox. Namun jika kita mendapatkannya dari tempat lain, maka kita harus mengunggahnya menggunakan antarmuka yang disediakan.

Tutorial Proxmox: Restore Virtual Machine Secara Manual

Kemarin saya sudah menceritakan bagaimana cara melakukan backup virtual machine secara manual di Proxmox, kali ini kita akan melanjutkan dengan me-restore hasil backup di host lain. Dua hal ini saya lakukan untuk melakukan upgrade Proxmox VE dari versi 1.9 ke 2.3. Langkah-langkah lengkap proses upgrade tersebut akan saya tulis di artikel lain saja. Satu hal paling perlu diperhatikan saat melakukan restore ini adalah ID yang digunakan untuk virtual machine yang baru. Kita harus memilih ID baru yang belum digunakan sama sekali. Namun karena melakukan restore di host dari hasil fresh install, saya dapat menggunakan ID yang sama dengan virtual machine aslinya.

Trik Mengatasi Error Proxmox: Volume Does Not Exist

Trik berikut ini digunakan untuk mengatasi permasalahan virtual machine berbasis KVM yang tidak dapat berjalan di Proxmox VE. Pesan error yang ditampilkan ketika kita hendak menghidupkan virtual machine adalah:
TASK ERROR: volume 'local:iso/openmediavault_0.4_amd64.iso' does not exist
Error tersebut terjadi karena file openmediavault_0.4_amd64.iso yang digunakan sebagai CD-ROM tidak lagi ada di sistem Proxmox. Bisa jadi karena telah dihapus atau mungkin virtual machine baru saja dipindahkan dari host lain.

Trik Mengatasi Error iSCSI dan NFS Storage Di Proxmox

Beberapa hari belakangan saya menemukan error yang disebabkan tidak terkoneksinya storage iSCSI dan NFS share di web administrasi Proxmox VE. Hal ini disebabkan adanya gangguan pada server OpenFiler yang digunakan sebagai NAS maupun SAN. Jika menilik pesan error yang ditampilkan di browser, awalnya saya tidak berpikir kalau hal ini berkaitan dengan storage. Anehnya lagi hanya beberapa bagian dari web administrasi yang mengalami error ini. Menu storage adalah salah satu yang tidak dapat diakses sama sekali. Selain itu menu-menu yang terkait dengan storage juga tidak dapat diakses dan akhirnya menampilkan error read timeout.